Chapnews – Nasional – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti progres pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur dalam kunjungan kerjanya pada Minggu (12/4). Peninjauan ini mengungkap gambaran kontras: kemajuan pesat di Surabaya berbanding terbalik dengan keterlambatan parah di Nganjuk, yang memicu reaksi keras dari sang menteri.
Di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Dody Hanggodo secara terbuka mengapresiasi capaian signifikan proyek Sekolah Rakyat yang telah mencapai 45 persen. Ia memuji kinerja dua kontraktor utama, Waskita dan CAG, yang dinilainya "top". "Bagus ini bagus progresnya. Yang saya lihat Waskita top. Jadi sekolah rakyat dikerjakan Waskita dan CAG bagus," ujar Dody, optimistis proyek seluas 6,2 hektare di lahan aset Pemkot Surabaya ini dapat rampung sesuai target, bahkan sebelum 20 Juni mendatang.

Situasi serupa dengan progres positif juga terpantau di beberapa daerah lain. Di Kabupaten Sampang, Madura, pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai hampir 40 persen di lahan yang lebih luas, yakni 8,4 hektare. Sementara itu, proyek di Jombang, meski sedikit tertinggal, masih dianggap "oke" oleh Dody.
Namun, nada pujian Dody berubah menjadi kekecewaan mendalam saat meninjau progres di Nganjuk. Proyek Sekolah Rakyat di wilayah tersebut dilaporkan baru mencapai 15 persen, jauh tertinggal dari daerah lain. "Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih ini, 15 persenan lah," ungkap Dody dengan nada geram, seperti dilansir chapnews.id. Kesenjangan progres ini menjadi sorotan utama dalam evaluasi proyek prioritas daerah tersebut.


