Chapnews – Nasional – Tim SAR gabungan masih berjibaku mencari enam korban yang dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Salah satu dari enam korban yang belum ditemukan tersebut diketahui merupakan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), menambah daftar panjang kekhawatiran di tengah upaya evakuasi yang terus berlangsung.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengungkapkan perkembangan ini dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI pada Selasa lalu. Menurut Suharyanto, dari total 23 anggota TNI AL yang sebelumnya dilaporkan terdampak longsor, sebagian besar telah berhasil ditemukan. "Jadi yang masih kami cari adalah enam jiwa, ini termasuk personel dari instansi militer," tegas Suharyanto, menggarisbawahi prioritas pencarian terhadap seluruh korban.

Suharyanto juga menyoroti kecepatan operasi pencarian di Cisarua yang dinilai cukup sigap dibandingkan dengan insiden longsor serupa di Banjarnegara dan Cilacap beberapa waktu lalu, meskipun jumlah korban di sana lebih sedikit. "Itu termasuk cukup cepat… dan mudah-mudahan enam lagi ini bisa kami temukan dalam waktu yang tidak terlalu lama," harapnya, menunjukkan optimisme di tengah tantangan medan dan cuaca.
Sementara itu, dampak bencana ini terhadap warga sipil juga tidak kalah memprihatinkan. Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, melaporkan bahwa setidaknya 53 rumah warga terdampak parah dan masuk dalam kategori harus direlokasi. Rumah-rumah tersebut tidak hanya tertimbun material longsor, namun juga berada di zona rawan yang dinilai tidak lagi aman untuk dihuni. "Data sementara ada 53 rumah yang tertimbun dan terancam. Angkanya masih bisa berubah, tapi ini yang saat ini kami jadikan dasar penanganan dan relokasi," jelas Ade Zakir di lokasi kejadian, Desa Pasirlangu, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengevakuasi dan merelokasi warga ke tempat yang lebih aman.



