Chapnews – Nasional – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tengah berupaya keras menemukan tiga jemaah haji Indonesia yang dilaporkan hilang. Ketiga jemaah lansia ini, menurut Kepala Bidang Pelindungan Jemaah Kolonel Harun Al Rasyid, memiliki riwayat demensia. "Pencarian terus kami lakukan. Doa kita semua sangat dibutuhkan agar mereka segera ditemukan," ujar Harun dalam keterangan tertulis, Selasa (1/7).
Tim pencarian yang terdiri dari dua kelompok telah dikerahkan dan menyisir berbagai lokasi, termasuk rumah sakit di sekitar Makkah dan Jeddah. Wilayah pencarian meliputi Jabal Khandamah, Jabal Tsur, Kamar Mayat RS An-Noor Makkah, sekitar hotel tempat tinggal jemaah, Arafah dan Muzdalifah, perbatasan Makkah dan al-Lith, serta pengecekan rekaman CCTV. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak kesehatan, KKHI Makkah, KJRI, sejumlah kantor polisi di Makkah, dan bahkan Wakil Menteri Haji dan Umrah. Ketua kloter PLM 19, SUB 79, dan BDJ 07 juga turut dilibatkan. Surat permohonan bantuan pun telah dikirim kepada syarikah penyedia layanan jemaah.

"Pencarian akan terus berlanjut hingga akhir masa operasional haji 2025," tegas Harun. Ia juga mengajak seluruh jemaah haji Indonesia, baik yang masih di Tanah Suci maupun yang sudah pulang, untuk mendoakan keselamatan ketiga jemaah tersebut.
Berikut identitas ketiga jemaah yang hilang:
- Nurimah (80), jemaah kelompok terbang 19 Embarkasi Palembang (PLM 19), hilang sejak 28 Mei dari hotel 614, dua hari setelah tiba di Makkah.
- Sukardi (67), jemaah kelompok terbang 79 Embarkasi Surabaya (SUB 79), menghilang sejak 29 Mei dari hotel 813, dua hari setelah tiba di Makkah.
- Hasbulah (73), jemaah kelompok terbang 7 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 07), meninggalkan hotel 709 pada Selasa (17/6) dini hari.
Tim PPIH berharap informasi dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses pencarian. Semoga ketiga jemaah segera kembali dengan selamat.



