Ads - After Header

Misteri Kematian Sutrimo Terungkap Lewat CCTV

Ahmad Dewatara

<strong{Chapnews.id – Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap tabir misteri di balik kematian Sutrimo, seorang pria yang diketahui merupakan mantan pekerja di kediaman eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Melalui serangkaian rekaman kamera pengawas atau CCTV yang dikumpulkan dari puluhan titik berbeda, pihak kepolisian berhasil menyusun kronologi lengkap aktivitas terakhir korban sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dewa Anom Danunjaya, dalam konferensi pers terbaru menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV sejak Rabu (22/7), sehari sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Berdasarkan data tersebut, terlihat pergerakan korban yang cukup dinamis di sekitar wilayah Jakarta Selatan.

Misteri Kematian Sutrimo Terungkap Lewat CCTV
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pada malam sebelum kematiannya, tepatnya pukul 21.20 WIB, Sutrimo terpantau melintas di depan Klinik SAS dengan menggunakan sepeda motor Mio. Menariknya, dalam rekaman tersebut, motor yang dikendarai korban tampak sedang didorong. Aktivitas ini berlanjut hingga pukul 21.40 WIB, di mana korban terlihat keluar dari lokasi bersama seorang pria lain yang membantu mendorong motor melewati Jalan Radio Dalam 3.

Memasuki hari kematiannya, Kamis (23/7), pergerakan korban kembali terekam di beberapa titik. Sutrimo terlihat melintas di Jalan Petogogan 2 dan kembali melewati Klinik SAS menggunakan sepeda motor Jupiter berwarna merah. Pada dini hari, sekitar pukul 01.46 hingga 03.11 WIB, korban tampak dibonceng keluar dari kawasan Jalan Radio Dalam 1.

Dalam rekaman tersebut, terlihat korban sempat berhenti di sebuah warung Pecel Lele Sambal Setan di Jalan Radio Dalam Raya untuk makan. Setelah selesai makan, korban kembali melanjutkan perjalanan berboncengan motor menuju kawasan Kebayoran Baru sebelum akhirnya kembali ke arah Klinik Mordent. Tak lama setelah itu, sebuah ambulans terlihat keluar dari klinik menuju Rumah Sakit Muhammadiyah, yang menandakan bahwa peristiwa fatal telah terjadi.

Terkait kondisi saat ditemukan, pihak kepolisian membeberkan detail yang cukup memilukan. Saat ambulans tiba di Klinik Mordent sekitar pukul 08.53 WIB atas permintaan seseorang yang mengaku kerabat, korban ditemukan dalam posisi terlentang di bawah tangga halaman klinik. Tubuh korban sudah ditutupi seprai biru bermotif bunga dengan kepala yang dialasi handuk merah. Saat penutup dibuka, ditemukan busa keluar dari mulut dan hidung korban, yang kemudian diikuti keluarnya cairan berwarna kekuningan.

Meski temuan di lapangan sempat menimbulkan tanda tanya, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan saksi, analisis laboratorium forensik, hingga proses ekshumasi menunjukkan bahwa kematian Sutrimo murni disebabkan oleh faktor kesehatan.

Ketua Tim Ekshumasi, Ahmad Yudianto, menjelaskan bahwa penyebab utama kematian Sutrimo adalah penyakit jantung iskemik. Adapun fenomena busa putih yang keluar dari mulut korban merupakan dampak dari kondisi edema paru akut, di mana terjadi penumpukan cairan pada paru-paru yang menyebabkan gangguan saluran pernapasan. Setelah melalui pemeriksaan medis di RS Muhammadiyah Taman Puring, jenazah korban kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah, untuk dimakamkan. Informasi selengkapnya dapat Anda ikuti di chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer