Chapnews.id – Dunia kriminalitas di Sumatera Utara kembali dikejutkan dengan insiden penembakan berdarah yang merenggut nyawa seorang pria. Korban yang diketahui merupakan salah satu anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) berinisial DS, tewas setelah menerima tembakan saat berada di dalam sebuah mobil. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, yang sempat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengejaran. Hingga saat ini, aparat kepolisian telah berhasil mengamankan enam orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa maut tersebut. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengonfirmasi bahwa keenam orang tersebut telah ditangkap dan diperlakukan secara terpisah guna mempermudah proses interogasi.

"Sudah enam orang yang kami amankan," ujar Kombes Ferry saat memberikan keterangan kepada media pada Rabu (21/10). Menurut penjelasannya, saat ini para terperiksa tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut. Namun, perlu dicatat bahwa keenam orang yang diamankan tersebut saat ini masih berstatus sebagai saksi untuk mendalami kronologi kejadian secara utuh.
Insiden ini bermula pada Minggu malam (18/10), ketika korban yang sebelumnya diidentifikasi berinisial DN, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kendaraan yang ditumpanginya. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, serangan senjata api tersebut dilakukan secara terencana di dalam mobil, yang membuat korban tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.
Meski enam orang telah diamankan, polisi menegaskan bahwa mereka masih memburu aktor intelektual di balik aksi penembakan ini. Pelaku utama yang diduga kuat sebagai otak dari serangan tersebut dilaporkan telah melarikan diri sesaat setelah kejadian berlangsung. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyisiran dan pendalaman informasi untuk melacak keberadaan pelaku utama tersebut.
"Kami masih melakukan pendalaman untuk mencari tahu siapa pelaku utamanya," tambah Ferry. Selain mengejar pelaku, polisi juga tengah menelusuri motif di balik aksi penembakan ini, apakah berkaitan dengan konflik antar kelompok, masalah pribadi, atau faktor lainnya.
Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial. Sebuah video yang beredar menunjukkan suasana mencekam di sebuah rumah sakit, di mana seorang pria yang mengaku sebagai kerabat korban tampak berteriak histeris. Dalam video tersebut, pria itu mengekspresikan kemarahan yang luar biasa dan sempat melontarkan ancaman akan melakukan aksi balas dendam jika pelaku tidak segera ditangkap. Ia juga menyebutkan adanya informasi bahwa terdapat tiga orang yang menjadi sasaran penembakan, dengan satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sumut masih terus melakukan pengembangan kasus guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat segera menyerahkan diri ke hadapan hukum. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terkait peristiwa ini. Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan penyidikan di lapangan.

