Chapnews.id – Dunia investasi kini bukan lagi hal yang asing bagi kalangan akademisi. Menyadari pentingnya literasi keuangan sejak dini, MNC Sekuritas mengambil langkah proaktif dengan menggandeng berbagai mitra Manajer Investasi (MI) untuk memberikan edukasi mendalam mengenai pasar modal kepada mahasiswa Universitas Nasional (UNAS).
Melalui program bertajuk "Having Fund 2026", kegiatan yang digelar secara daring pada Kamis (22/10/2026) ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang komprehensif mengenai instrumen investasi, khususnya reksa dana. Mengangkat tema inspiratif "Mindset Baru, Masa Depan Baru", acara ini dirancang untuk mengubah cara pandang mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi di masa depan.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional, Edi Sugiono. Dalam pidatonya, Edi menekankan bahwa tantangan ekonomi di era digital menuntut setiap individu untuk memiliki kecakapan finansial yang mumpuni. Menurutnya, edukasi ini sangat krusial agar mahasiswa tidak hanya sekadar mengejar keuntungan materi, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap risiko.
"Di era digital yang berkembang begitu cepat, masyarakat menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu, mempelajari keuangan sejak dini menjadi hal yang sangat penting. Kita tidak boleh hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi juga harus memahami risiko dan cara mengelolanya," ujar Edi Sugiono. Ia menambahkan bahwa pemahaman finansial tidak boleh berhenti pada teori di ruang kelas saja, melainkan harus mampu diimplementasikan dalam praktik nyata.
Menanggapi hal tersebut, Head of Mutual Fund MNC Sekuritas, Agustina Endah N, hadir sebagai narasumber utama untuk membedah potensi reksa dana. Ia menjelaskan bahwa reksa dana merupakan salah satu instrumen yang paling ramah bagi kantong mahasiswa. Hal ini dikarenakan reksa dana dapat dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, sehingga sangat cocok bagi mereka yang baru memulai langkah di dunia pasar modal.
Namun, Agustina memberikan catatan penting agar para investor muda tidak terjebak dalam euforia semata. Ia mengingatkan bahwa setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik dan profil risiko yang berbeda-beda. Investor harus mampu menyesuaikan pilihan instrumen mereka dengan tujuan keuangan jangka panjang dan tingkat toleransi terhadap risiko masing-masing.
"Reksa dana adalah pilihan tepat bagi mahasiswa karena modalnya terjangkau. Namun, sebelum terjun, sangat penting untuk memahami jenis, karakteristik, serta risikonya. Kita harus menyesuaikan investasi dengan tujuan dan profil risiko kita sendiri," jelas Agustina.
Sebagai solusi praktis bagi generasi milenial dan Gen Z yang dinamis, Agustina juga memperkenalkan fitur Auto Invest yang tersedia di aplikasi MotionTrade. Fitur ini memungkinkan investor untuk melakukan investasi secara rutin dan terencana secara otomatis. Dengan bantuan teknologi ini, mahasiswa diharapkan dapat membangun kebiasaan berinvestasi yang disiplin dan bijak sesuai dengan kemampuan finansial mereka.


