Chapnews – Nasional – Indonesia siap mengukir sejarah baru di kancah pertahanan global. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana ambisius untuk membangun sebuah pusat latihan militer internasional berskala besar di Morotai, Maluku Utara. Gagasan strategis ini bahkan telah menjadi topik pembahasan serius dengan Wakil Perdana Menteri Australia, Richard Marles, menandakan potensi kolaborasi lintas negara yang signifikan.
"Kita berbicara mengenai kemungkinan training facility dikembangkan di Morotai," ujar Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (12/3). Ia menambahkan, pemilihan Morotai bukan tanpa alasan. Pulau strategis ini memiliki jejak sejarah yang kuat sebagai pangkalan militer penting selama Perang Dunia II, menyisakan infrastruktur pertahanan yang dapat direvitalisasi dan dikembangkan lebih lanjut.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan, berkomitmen penuh untuk memperbaiki dan memodernisasi infrastruktur yang ada agar dapat memenuhi standar fasilitas latihan internasional. Meski demikian, Sjafrie belum merinci jadwal pasti dimulainya proyek pembangunan megah ini. "Tadi saya bicarakan gimana kita membuat international training facilities di Morotai. Di sana bisa latihan udara, bisa latihan laut, bisa latihan darat," jelasnya, menggambarkan cakupan latihan yang komprehensif.
Pusat latihan ini dirancang untuk menjadi ajang kolaborasi militer yang inklusif. Sjafrie menegaskan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya akan digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk latihan bersama, tetapi juga terbuka lebar bagi militer dari berbagai negara sahabat. "Indonesia tidak ingin menutup diri dari negara-negara di sekitar kawasan. Tidak harus hanya dari Australia. Bisa juga dari Filipina, bisa dari Jepang. Ya, saya kan bilang international training facilities," pungkasnya, menggarisbawahi visi Indonesia sebagai mitra strategis global.



