Ads - After Header

MUI Jabar: Vasektomi Haram! Kebijakan Bansos Jabar Tuai Kontroversi

Ahmad Dewatara

MUI Jabar: Vasektomi Haram! Kebijakan Bansos Jabar Tuai Kontroversi

Chapnews – Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menegaskan hukum vasektomi haram dalam pandangan Islam. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadikan vasektomi sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos). Ketua MUI Jawa Barat, Rahmat Syafei, menyatakan bahwa vasektomi, sebagai tindakan sterilisasi permanen pada pria, bertentangan dengan syariat Islam. Ia merujuk pada Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV tahun 2012 di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, yang telah menetapkan haramnya vasektomi.

Rahmat Syafei menambahkan, vasektomi hanya dibolehkan dalam kondisi tertentu, yakni jika bertujuan untuk menghindari risiko kesehatan serius dan tidak menyebabkan kemandulan permanen. Syarat lainnya, tindakan tersebut tak boleh melanggar syariat, fungsi reproduksi harus dapat kembali normal jika diinginkan, dan tidak menimbulkan bahaya bagi yang bersangkutan.

MUI Jabar: Vasektomi Haram! Kebijakan Bansos Jabar Tuai Kontroversi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Polemik ini bermula dari usulan Dedi Mulyadi untuk menjadikan vasektomi sebagai syarat penerima bansos dan beasiswa di Jawa Barat. Usulan tersebut dilontarkan dalam rapat dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Dedi Mulyadi berargumen bahwa banyak keluarga prasejahtera memiliki anak banyak, sementara kebutuhan hidup mereka tak tercukupi. Ia mencontohkan temuannya di lapangan, ada keluarga yang memiliki 10 bahkan 22 anak.

Menanggapi hal tersebut, MUI Jabar menegaskan bahwa kebijakan pemberian insentif boleh saja dilakukan, namun syarat vasektomi harus sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sementara itu, Mensos Saifullah Yusuf menyatakan masih mempelajari usulan tersebut.

Di sisi lain, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) justru mengajak para suami untuk tidak ragu menjalani vasektomi, menawarkan program vasektomi gratis dan insentif berupa uang istirahat. Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengatakan stigma negatif terhadap vasektomi perlu dihilangkan, karena kemungkinan kegagalannya sangat kecil, hanya 0,3 persen. Pernyataan ini menunjukkan perbedaan pandangan yang signifikan antara MUI Jabar dan BKKBN terkait vasektomi. Debat ini pun memicu perdebatan publik yang cukup ramai.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer