Ads - After Header

Ngeri! Dendam Bully Berujung Bom di MAN 3 Padang

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Balai Gadang, Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (14/7). Ledakan bom rakitan berdaya ledak rendah yang diduga kuat dipicu oleh dendam perundungan (bullying) telah menyeret seorang pelajar berinisial R, 17 tahun, sebagai terduga pelaku utama.

Remaja yang duduk di bangku kelas 12 tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, mengonfirmasi penangkapan R, yang diduga nekat melakukan aksinya karena tekanan psikologis akibat kerap menjadi korban perundungan di lingkungan sekolahnya.

Ngeri! Dendam Bully Berujung Bom di MAN 3 Padang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Diduga kuat ia membalas dengan jalan pintas, yakni membuat bom dengan ledakan rendah atau low eksplosif," terang Kombes Susmelawati saat dihubungi oleh chapnews.id.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa insiden ledakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Pihak keamanan sekolah yang sigap menemukan barang mencurigakan yang kemudian teridentifikasi sebagai bom rakitan, segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Di antaranya adalah kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta beberapa benda lain yang diduga kuat merupakan komponen atau alat bantu perakitan bom.

Mayndra lebih lanjut mengungkapkan bahwa pelaku mengaku mempelajari teknik perakitan bahan peledak secara otodidak melalui platform daring. Ia juga terinspirasi oleh insiden serupa yang pernah terjadi di SMAN 72 Jakarta. Pelaku disebut telah terlibat dalam beberapa komunitas daring yang berfokus pada diskusi pembuatan bahan peledak, dan merakit perangkat tersebut di rumahnya tanpa sepengetahuan orang tua.

"Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," tegas Mayndra.

Beruntungnya, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh barang berbahaya telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Motif pasti di balik aksi nekat ini masih terus didalami secara intensif oleh tim penyelidik, mengingat kompleksitas faktor psikologis dan pengaruh daring dalam kasus ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer