Chapnews – Ekonomi – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wira Arizona kini menjadi pusat perhatian publik setelah pernyataannya yang kontroversial mengenai jasa editing video yang disebut bernilai Rp0 dalam penanganan kasus Amsal Christy Sitepu. Klaim ini sontak memicu perdebatan sengit, khususnya di kalangan pelaku industri kreatif. Akibatnya, profil dan harta kekayaan Wira Arizona pun tak luput dari sorotan, yang kini terungkap mencapai angka miliaran rupiah.
Polemik ini bermula dari kasus dugaan mark-up dalam proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, yang menyeret nama terdakwa Amsal Christy Sitepu. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Amsal mengungkapkan kejanggalan signifikan dalam proses hukum yang menimpanya. Ia menyebutkan bahwa auditor dan JPU, termasuk Wira Arizona, secara mengejutkan menganggap biaya untuk jasa editing, dubbing, hingga perlengkapan syuting video sebagai nol rupiah.

Pernyataan "jasa editing video gratis" yang dilontarkan Wira Arizona tersebut langsung viral dan menimbulkan gelombang reaksi keras, terutama dari komunitas profesional industri kreatif yang merasa profesi mereka diremehkan. Tak hanya itu, perhatian publik juga beralih pada rekam jejak karier, latar belakang, dan tentu saja, besaran harta kekayaan Wira yang saat ini menjabat di Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo.
Berdasarkan data yang dihimpun chapnews.id pada Senin (6/4/2026), dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Wira Arizona tercatat sebesar Rp2.016.093.045 atau sekitar Rp2,016 miliar. Angka fantastis ini semakin menambah daftar pertanyaan di tengah kontroversi seputar penilaian jasa kreatif yang ia sampaikan.



