Chapnews – Ekonomi – Gelombang bantuan kemanusiaan terus mengalir deras menuju masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran ini dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan pada hasil asesmen mendalam mengenai kebutuhan riil di lapangan.
Fokus utama penyaluran bantuan ini mencakup aspek krusial seperti pangan, pasokan air minum bersih, layanan kesehatan, logistik untuk respons darurat, serta perhatian khusus terhadap kebutuhan kelompok rentan. Data terbaru yang dihimpun chapnews.id menunjukkan bahwa berbagai komoditas esensial telah berhasil dimobilisasi dan didistribusikan. Di antaranya adalah 4.600 kilogram beras, 4.080 liter air minum, 32 dus mi instan, 21 dus susu UHT, serta beragam bahan pangan pokok lainnya. Khusus untuk kelompok rentan, bantuan spesifik meliputi 65 kemasan popok bayi, 50 bungkus makanan bayi, dan 1.300 unit perlengkapan mandi.

Sektor kesehatan juga tak luput dari perhatian, dengan penyediaan obat-obatan esensial dan perlengkapan medis dasar. Guna mengatasi kebutuhan akan hunian sementara, bantuan berupa terpal, kasur, bantal, dan selimut telah disalurkan untuk memastikan kenyamanan minimal bagi para pengungsi.
Salah satu lokasi prioritas penyaluran bantuan adalah Stasi Antonius Leda, yang terletak di Paroki Wajur, Desa Pangga Kampung Leda, Kolang. Di titik ini, bantuan difokuskan untuk 23 keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan signifikan. Mereka kini terpaksa mengungsi secara mandiri di tenda-tenda darurat.
Proses distribusi bantuan ini merupakan hasil koordinasi erat antara InJourney Group di NTT, Satuan Tugas (Satgas) BUMN, dan Posko Bencana Labuan Bajo. Selain itu, ITDC turut aktif melakukan asesmen komprehensif di beberapa area terdampak, khususnya di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat. Evaluasi ini menjadi landasan penting dalam menentukan prioritas penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan kepada komunitas yang terdampak bencana adalah wujud nyata dari semangat gotong royong. "Ini adalah bagian tak terpisahkan dari upaya kolektif kita di tengah situasi pascabencana," ujarnya, sebagaimana dikutip chapnews.id.


