Chapnews – Nasional – Tim SAR gabungan segera melakukan penyisiran terhadap bangunan-bangunan di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa bumi pada Sabtu (15/8). Insiden ini menyisakan pemandangan memilukan di salah satu infrastruktur vital di Bumi Nian Tana.
Pelabuhan Laurentius Say, yang dikenal sebagai gerbang maritim penting bagi aktivitas logistik dan perekonomian lokal Maumere, kini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Beberapa bagian dermaga dilaporkan ambruk, retakan besar terlihat jelas pada struktur bangunan, dan puing-puing berserakan di berbagai sudut, mengindikasikan dahsyatnya dampak gempa.

Operasi penyisiran yang dilakukan oleh Tim SAR bertujuan untuk memastikan tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang terperangkap di antara reruntuhan. Selain itu, tim juga fokus pada evaluasi awal tingkat kerusakan dan potensi bahaya lanjutan dari struktur yang tidak stabil. Personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta relawan lokal, bahu-membahu menyisir area terdampak dengan peralatan khusus.
Guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Sikka pada tanggal tersebut memang cukup kuat, menyebabkan kepanikan di kalangan warga dan merusak sejumlah infrastruktur lain di sekitarnya. Namun, kerusakan pada Pelabuhan Laurentius Say menjadi sorotan utama mengingat perannya yang krusial dalam mobilitas barang dan orang di NTT.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah darurat untuk memulihkan fungsi pelabuhan dan membantu masyarakat yang terdampak secara tidak langsung akibat terganggunya aktivitas maritim. Evaluasi menyeluruh terhadap estimasi biaya perbaikan dan rencana rekonstruksi akan menjadi prioritas dalam waktu dekat, demi mengembalikan denyut nadi ekonomi di Maumere. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi akan terus dilaporkan oleh chapnews.id.


