Ads - After Header

Pasha Ungu Cecar Wamen PPPA: Ini Kementerian atau Polres?

Ahmad Dewatara

Pasha Ungu Cecar Wamen PPPA: Ini Kementerian atau Polres?

Chapnews – Nasional – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sigit Purnomo Said, atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu, terlibat adu argumen sengit dengan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan. Momen perdebatan panas ini terjadi saat rapat kerja di ruang Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (26/1) lalu, di mana Pasha secara terang-terangan menyoroti efektivitas program dan definisi ‘pemberdayaan perempuan’ yang dijalankan kementerian tersebut.

Perdebatan bermula ketika Pasha mengungkapkan kebingungannya terhadap program-program yang digagas Kementerian PPPA. Menurutnya, program-program tersebut terasa samar dan kurang terlihat dampaknya di lapangan. "Saya pribadi bingung karena hampir sama sekali kita enggak tahu sebenarnya yang dibikin Kementerian PPPA ini apa," ujar Pasha, seperti dikutip dari chapnews.id, Jumat (30/1). Ia menambahkan, saat turun ke daerah, program-program KemenPPPA yang bersifat prinsipil jarang sekali ia temui atau libatkan.

Pasha Ungu Cecar Wamen PPPA: Ini Kementerian atau Polres?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pasha kemudian mengkritik bahwa mayoritas isu yang ditangani KemenPPPA justru berpusat pada kekerasan dan penculikan perempuan, bukan pemberdayaan. "Dari sekian halaman yang saya baca itu, semuanya persoalan tentang perempuan, kekerasan, penculikan, jadi ini sebetulnya Kementerian atau Polres?" tegasnya, mempertanyakan fokus utama kementerian tersebut. Ia juga menyoroti program-program yang disajikan, seperti MBG, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih, yang menurutnya tidak secara spesifik menyinggung peran atau pemberdayaan perempuan, padahal banyak guru madrasah, guru ngaji, dan guru honorer adalah perempuan.

Pada sesi jawaban, Veronica Tan semula menjelaskan mengenai layanan pengaduan SAPA 129 serta urgensi kolaborasi dan sinergi mengingat luasnya cakupan tugas KemenPPPA. "KemenPPPA memang kalau dibilang kita ini ngurusin setengah perempuan seluruh Indonesia yang artinya itu 50 persen adalah perempuan dan sepertiganya adalah anak dan itu kalau dihitung dua pertiga dan dengan budget yang begitu kecil memang sangat susah kalau kita tidak melakukan kolaborasi," jelas Veronica dalam rapat tersebut.

Namun, Pasha kembali menyela pernyataan Veronica, menegaskan bahwa penjelasan tersebut seolah keluar dari koridor pemberdayaan perempuan dan lebih mirip dengan tugas Komnas Perempuan. "Izin Pimpinan, mohon maaf sekali, Pimpinan. Ini dari penjelasan Ibu Wamen kok saya melihat ini seperti keluar dari koridor… Yang dijelaskan oleh Ibu Wamen tadi sama juga dilakukan oleh Komnas Perempuan. Coba kita pahami sama-sama dulu deh, definisi pemberdayaan perempuan apa sebenarnya?" tantang Pasha. Ia merasa bahwa yang dibicarakan Veronica lebih banyak berkutat pada perlindungan hukum, advokasi, dan hak asasi manusia, bukan upaya konkret memberdayakan seluruh perempuan Indonesia, termasuk lansia dan janda.

Pasha mengaku belum puas dengan penjelasan Wamen PPPA, karena menurutnya, pembahasan masih seputar kekerasan terhadap perempuan. "Tahan dulu, tahan dulu. Ini tidak ada unsur, mohon maaf, tidak ada urusan batin tidak ada. Ini menjadi pertanyaan dari tadi yang kita dengar ini Pak Pimpinan soal kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga. Loh gimana ini jauh dari pemberdayaan, ini jadi kayak badan gitu," ungkapnya. Ia bahkan membandingkan dengan negara lain di mana janda dan lansia pun bisa produktif, namun KemenPPPA jarang menyentuh isu tersebut.

Menanggapi sorotan tajam dari legislator PAN tersebut, Veronica Tan, dengan nada merendah, mengakui bahwa ia dan Menteri PPPA masih tergolong baru dalam mengemban tugas. "Terima kasih Pak, nanti tahun ini kita jalan bareng he-he-he…, kasih kita kesempatan Pak, kan kita juga baru Pak. Ibu Menteri dan Ibu Wamen ini masih baru Pak. Jadi kita masih perlu loading, kita masih perlu belajar bareng, tapi kami mengapresiasi banget karena kami di-support sama Komisi VIII," imbuhnya, berharap diberi kesempatan untuk beradaptasi dan menunjukkan kinerja.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer