Chapnews – Nasional – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan perkembangan positif dalam upaya pengelolaan sampah di Ibu Kota. Ia mengungkapkan bahwa volume truk pengangkut sampah yang setiap hari beroperasi menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat, kini telah mengalami penurunan yang signifikan. Fenomena positif ini, menurut Pramono, merupakan buah dari semakin masifnya gerakan pilah sampah di tengah masyarakat Jakarta.
"Dulu, setiap hari ada sekitar 1.200 truk yang masuk ke Bantargebang. Sekarang, jumlahnya sudah berkurang, bahkan beberapa waktu lalu tercatat di kisaran 900-an truk," jelas Pramono dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

Melihat keberhasilan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengintensifkan program pilah sampah. Pramono sangat berharap seluruh warga Jakarta dapat berpartisipasi aktif dalam memilah sampah dengan baik, sebagai langkah krusial dalam mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota. "Ada penurunan yang cukup signifikan. Kami akan melanjutkan program pilah sampah ini. Sebagai Gubernur Jakarta, saya sangat mengharapkan program ini dijalankan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Selain memperkuat gerakan pilah sampah, Pemerintah Jakarta juga akan kembali mengaktifkan dan memperluas keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Dengan optimalisasi TPS3R, diharapkan volume residu sampah yang harus dikirim ke TPST Bantargebang dapat ditekan seminimal mungkin.
Pemerintah Jakarta tidak hanya akan menginvestasikan sejumlah peralatan pendukung, tetapi juga akan menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk menghidupkan kembali TPS3R di berbagai lokasi strategis di Ibu Kota. "Kami akan berinvestasi pada beberapa peralatan dan juga menjalin kerja sama dengan swasta, agar proses pengolahan sampah bisa selesai di TPS3R sebelum akhirnya dikirim ke Bantargebang. Mudah-mudahan dengan ini, residu yang akan tetap dikirim ke Bantargebang akan berkurang banyak," terang Pramono.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang dalam tahap persiapan matang untuk merevitalisasi TPS3R yang ada. "Untuk Bantargebang, kami sudah rapat dan mempersiapkan segalanya. Memang saat ini Pemerintah DKI Jakarta akan benar-benar menghidupkan kembali TPS3R," kata Pramono. Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan meninjau langsung empat hingga lima titik TPS3R dalam waktu dekat.
Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah memulai penghentian praktik open dumping secara bertahap di TPST Bantargebang. Langkah awal ini ditandai dengan penutupan dua zona aktif pembuangan sampah, sebagai bagian dari penerapan sistem controlled landfill. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa penerapan controlled landfill ini dimulai pada Jumat (17/7) dengan pemasangan media penutup di area atas Zona 2 TPST Bantargebang oleh Tim Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST).
"Pemasangan media penutup ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi bau tak sedap, membantu mengendalikan emisi gas, serta meminimalkan pembentukan air lindi akibat masuknya air hujan ke area timbunan sampah," pungkas Dudi.


