Chapnews – Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto menunjukkan respons cepat terhadap insiden hilangnya rombongan jurnalis dan kru kapal di Selat Sunda. Sejak kabar menghilangnya delapan individu tersebut mencuat pada Senin malam, Kepala Negara langsung menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk mengerahkan seluruh kekuatan demi menemukan mereka yang bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi instruksi tersebut. "Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian di hari itu juga," ungkap Teddy dalam keterangan resminya kepada chapnews.id, Kamis (10/9). Ia menambahkan bahwa TNI Angkatan Laut segera menindaklanjuti perintah tersebut dengan mengirimkan kapal-kapal terbaiknya.

Operasi pencarian besar-besaran pun dilancarkan. Berdasarkan laporan dari KSAL, sebanyak 11 kapal gabungan telah dikerahkan untuk menyisir area pencarian yang luas di sekitar Selat Sunda. Unsur-unsur yang terlibat meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017. Upaya kolaboratif ini berhasil menemukan keberadaan rombongan, namun pencarian intensif masih terus berlanjut untuk memastikan seluruh anggota rombongan dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu ini dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, menggunakan speedboat dengan tujuan meliput letusan Gunung Anak Krakatau yang kembali aktif sejak akhir pekan lalu.
Identitas para jurnalis yang hilang adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas). Sementara itu, awak kapal yang turut serta adalah Warta (55) dan Surakman (60), serta pemandu bernama Heriyanto (49).
Teddy Indra Wijaya menyampaikan harapan dan doa agar seluruh anggota rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat. "Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya, menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya penyelamatan ini.


