Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik pedas terhadap oknum-oknum yang dinilai rakus terhadap kekayaan Indonesia. Dalam pidato di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah, Prabowo menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai "serakahnomics".
"Kekayaan kita luar biasa, tapi maling-malingnya juga luar biasa! Mereka luar biasa, tak jera-jera meski sudah berkali-kali diperingatkan," tegas Prabowo. Ia menyayangkan perilaku serakah yang berulang, bahkan setelah diberi peringatan. "Saya sedih, mereka sudah bertindak di luar batas kewajaran, didorong oleh keserakahan," tambahnya.

Menurut Prabowo, perilaku tamak tersebut tak berdasar pada ilmu ekonomi konvensional, baik teori maupun praktik. Ia menyebutnya sebagai aliran ekonomi baru yang tak tercatat dalam literatur resmi. "Jadi, ternyata ada fenomena baru, mazhab baru dalam ekonomi yang saya sebut ‘serakahnomics’," tegasnya. Pernyataan Prabowo ini langsung menjadi sorotan publik dan memicu beragam reaksi. Kritik tajamnya terhadap perilaku koruptif yang merajalela di Indonesia ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.



