Chapnews – Nasional – TNI Angkatan Darat (AD) memberikan klarifikasi tegas terkait wacana sertifikat Pramuka Garuda yang disebut-sebut bisa menjadi tiket masuk prajurit tanpa melalui tes. TNI AD menegaskan bahwa meskipun mengapresiasi nilai-nilai kepramukaan, seluruh calon prajurit tetap wajib mengikuti mekanisme seleksi yang ketat dan komprehensif.
Pernyataan ini muncul menyusul klaim Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, yang sebelumnya mengutarakan bahwa pemegang sertifikat Pramuka Garuda berkesempatan mendaftar TNI dan Polri tanpa perlu melalui tes, sebagai bagian dari kerja sama yang telah disepakati.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, saat dihubungi pada Kamis (6/8), mengungkapkan apresiasi TNI AD terhadap semangat yang disampaikan Ketua Kwarnas dalam mendorong generasi muda untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang ditanamkan Pramuka, seperti disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, dan semangat pengabdian, memang sangat selaras dengan karakter yang diharapkan dari seorang prajurit TNI.
Brigjen Donny mengakui bahwa kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tingkat nasional, termasuk Pramuka Garuda, memang dapat menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses seleksi. "Berdasarkan ketentuan penerimaan prajurit yang berlaku saat ini, kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tingkat nasional, termasuk Pramuka Garuda, menjadi nilai tambah dalam proses seleksi dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pada tahapan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Donny.
Namun, ia menggarisbawahi dengan tegas bahwa seluruh calon prajurit tidak akan luput dari tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Mekanisme seleksi tersebut meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi, hingga tahapan seleksi lainnya yang harus dilalui dengan standar yang sama. "Seluruh calon prajurit harus tetap mengikuti mekanisme seleksi yang telah ditetapkan," tegasnya.
Donny menjelaskan, konsistensi dalam proses seleksi ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap prajurit yang diterima benar-benar memenuhi standar kualitas, kompetensi, dan kesiapan yang dibutuhkan oleh TNI AD.
Sebelumnya, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso alias Buwas, pada Selasa (4/8) usai ziarah ke Makam Bung Karno, memang menyatakan bahwa sertifikat Pramuka Garuda dapat digunakan sebagai salah satu syarat dalam proses rekrutmen TNI dan Polri. Ia bahkan menyebut pemegang sertifikat tersebut berkesempatan mengikuti seleksi tanpa tes sesuai ketentuan yang telah disepakati, sebagai upaya mendorong minat generasi muda untuk aktif dalam kepramukaan. Buwas juga mengklaim bahwa mekanisme rekrutmen jalur Pramuka Garuda telah disempurnakan.
Menyikapi hal ini, Brigjen Donny menambahkan bahwa secara prinsip, TNI AD berkomitmen untuk terus mendukung sinergi dengan Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang intensif dengan Kwarnas di masa mendatang untuk memastikan pemahaman yang seragam terkait implementasi berbagai bentuk kerja sama, sehingga tidak memicu perbedaan persepsi di tengah masyarakat.


