Ads - After Header

Puncak El Nino di Depan Mata! Menhut Raja Juli Wanti-wanti!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan kabar gembira terkait tren penurunan titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang akhir Agustus 2026. Namun, ia segera mengingatkan bahwa perjuangan belum usai, sebab September diprediksi menjadi puncak El Nino yang berpotensi memicu kembali karhutla secara masif. Pernyataan ini disampaikannya pada Selasa (1/9).

Menurut Raja Juli, perbaikan kondisi ini merupakan buah dari kombinasi berbagai faktor. Mulai dari intensifikasi upaya pemadaman di lapangan oleh tim gabungan, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. "Jika angka hotspot menurun hari ini, ini adalah kombinasi dari semua faktor, namun ucapan terima kasih terbesar saya kepada masyarakat Indonesia," ujarnya, seperti dikutip dari chapnews.id. Ia mencontohkan Riau yang berhasil mencatat nol hotspot selama dua hari berturut-turut pada 30-31 Agustus, serta tren penurunan signifikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Puncak El Nino di Depan Mata! Menhut Raja Juli Wanti-wanti!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Alhamdulillah puji Tuhan bahwa perjuangan satu bulan ini untuk mengontrol karhutla trennya membaik," imbuhnya dengan nada syukur.

Meski demikian, Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tidak boleh lengah. Momentum perbaikan ini harus dijaga dengan kewaspadaan tinggi, mengingat September diperkirakan menjadi periode krusial seiring dengan kondisi puncak El Nino. "September ini adalah puncak El Nino, jadi perjuangan kita berikutnya akan semakin berat," tandasnya, menekankan pentingnya antisipasi.

Penurunan hotspot ini, lanjut Raja Juli, juga tak lepas dari langkah proaktif pemerintah, khususnya arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. "Ucapan terima kasih saya tentu kepada Pak Presiden Prabowo Subianto. Beliau seorang pemimpin yang sangat tegas terutama dalam penanganan karhutla ini," ungkapnya. Presiden Prabowo tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga aktif memimpin rapat terbatas dan meninjau langsung wilayah rawan seperti Kalimantan dan Sumatera.

Koordinasi dan pemantauan ketat juga menjadi kunci. Raja Juli mengakui bahwa perkembangan karhutla terus dipantau oleh jajaran pemerintah pusat. Ia kerap menerima laporan dan evaluasi tren hotspot dari Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara. "Hari ke hari saya selalu dicek oleh Pak Seskab maupun Pak Mensesneg tren hari ini seperti apa, dan itu memotivasi kami secara keseluruhan untuk terus bekerja keras," jelasnya. Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan perbaikan yang telah dicapai pada akhir Agustus melalui pemantauan intensif dan penanganan berkelanjutan.

Menutup pernyataannya, Raja Juli kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sangat meningkatkan risiko penyebaran karhutla. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah bencana asap yang lebih luas di tengah ancaman puncak El Nino.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer