Chapnews – Ekonomi – Indonesia masih bergelut dengan masalah sampah yang semakin menggunung. Tumpukan sampah yang terus bertambah setiap harinya akibat pertumbuhan ekonomi dan penduduk menjadi tantangan serius. Menanggapi hal ini, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Pemerintah Daerah.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam penutupan FGD tersebut menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan berkelanjutan dalam menangani masalah sampah nasional. AHY menegaskan pemerintah harus bersikap netral, tidak memihak pada teknologi atau institusi tertentu. "Ternyata dalam perkembangannya banyak kemajuan. Kita tidak berpihak pada satu-dua teknologi, apalagi satu-dua kantor. Tidak, kita bicara negara, pemerintah harus utuh melihatnya," tegas AHY, Sabtu (26/4/2026).

AHY mengingatkan agar isu "waste to energy", yang menarik banyak investor, tidak hanya didorong oleh motif bisnis semata. "Walaupun saya juga paham bahwa bicara isu waste to energy ini banyak sekali yang tertarik, tetapi jangan sampai hanya didasari pada motif bisnis. Tetapi harus menyeluruh bahwa ini first and foremost adalah masalah sampah ini dulu. Kita kurangi, kita reduksi," jelasnya. Menurutnya, mengurangi dan mengelola sampah itu sendiri harus menjadi prioritas utama sebelum mengeksplorasi potensi energi dari sampah. Penanganan sampah, menurut AHY, harus menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar proyek bisnis.



