Ads - After Header

Rahasia di Balik Gelar Haji: Lebih dari Sekadar Ibadah!

Ahmad Dewatara

Rahasia di Balik Gelar Haji: Lebih dari Sekadar Ibadah!

Chapnews – Nasional – Penyematan gelar "Haji" atau "Hajjah" bagi mereka yang telah menunaikan ibadah haji ternyata menyimpan sejarah panjang dan kompleks, tak sekadar ritual keagamaan. Filolog sekaligus Staf Ahli Menteri Agama, Oman Fathurahman, menjelaskan tradisi ini tak lepas dari perjalanan haji yang berat bagi masyarakat Nusantara di masa lalu. Perjuangan mengarungi lautan dan gurun pasir selama berbulan-bulan menjadikan keberhasilan menunaikan ibadah haji sebagai pencapaian luar biasa, sebuah ujian spiritual dan fisik yang patut dihormati.

Oman menambahkan, penyematan gelar tersebut sah-sah saja, mengingat betapa sulitnya perjalanan menuju Tanah Suci. Keberhasilan pulang dengan selamat dipandang sebagai melewati ujian besar, sehingga gelar "Haji" atau "Hajjah" menjadi bentuk penghormatan atas pencapaian tersebut. Tradisi ini kemudian melekat kuat dalam budaya Muslim Indonesia. Namun, Oman mengingatkan agar gelar tersebut tidak menjadi simbol kesombongan, melainkan sebagai pengingat untuk senantiasa menjaga keikhlasan dan akhlak. "Haji mabrur adalah mereka yang ikhlas dan berbuat baik, selalu menebar kedamaian," tegas Oman.

Rahasia di Balik Gelar Haji: Lebih dari Sekadar Ibadah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pandangan serupa disampaikan oleh antropolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi. Ia menjelaskan fenomena ini bukan hanya khas Indonesia, tetapi juga ditemukan di berbagai wilayah Melayu Islam seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand Selatan. Bahkan di Mesir Utara, orang yang telah menunaikan haji tak hanya mendapat gelar, tetapi juga melukis rumahnya dengan gambar Ka’bah dan alat transportasi yang digunakan menuju Mekkah.

Dadi menganalisis fenomena ini dari tiga sudut pandang: keagamaan, kultural, dan kolonial. Secara keagamaan, haji merupakan rukun Islam kelima yang membutuhkan biaya, waktu, dan syarat yang tidak mudah. Keberhasilan menunaikannya menjadi kebanggaan tersendiri. Secara kultural, cerita-cerita heroik dan dramatis tentang perjalanan haji memperkuat pentingnya ibadah ini dan menjadikan gelar haji sebagai simbol status sosial. Banyak tokoh masyarakat yang menyandang gelar haji, memperkuat citra tersebut.

Namun, ada pula perspektif kolonial. Pemerintah Hindia Belanda kala itu khawatir ibadah haji akan memicu semangat anti-penjajahan. Mereka bahkan membuka Konsulat Jenderal di Arabia pada 1872 untuk mengawasi jamaah haji, mewajibkan penggunaan gelar dan atribut haji agar mudah dipantau. Namun, Dadi menjelaskan bahwa pendapat ini dibantah oleh Snouck Hurgronje yang menilai jamaah haji saat itu tidaklah menjadi ancaman politik. Kesimpulannya, gelar haji menyimpan makna yang kaya dan kompleks, melebihi sekadar simbol keagamaan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer