Ads - After Header

Rating AAA Panda Bond RI Diragukan? Purbaya Buka Suara!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia sukses besar menerbitkan surat utang global berdenominasi yuan, atau yang dikenal sebagai Panda Bond, senilai CNY 7 miliar atau setara sekitar Rp 18,58 triliun (USD 1,033 miliar). Instrumen keuangan ini bahkan berhasil meraih peringkat kredit tertinggi, yakni AAA. Namun, keberhasilan ini diwarnai dengan respons tak terduga dari Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Purbaya Yudhi Sadewa, yang menanggapi dengan nada kesal terkait keraguan atas peringkat tersebut.

"Peringkatnya AAA kan, rata kanan. (Tapi) ada yang bilang saya bohong," ujar Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026), menanggapi tudingan yang meragukan kredibilitas dan keabsahan peringkat tersebut.

Rating AAA Panda Bond RI Diragukan? Purbaya Buka Suara!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penerbitan Panda Bond ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memanfaatkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat bahwa transaksi ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari para investor, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, lebih lanjut menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) yang luar biasa, mencapai 2,4 kali dari target. Puncak orderbook bahkan sempat menyentuh angka fantastis CNY 17 miliar, atau sekitar Rp 45,23 triliun, menandakan tingginya minat dan kepercayaan investor global.

"Pada 23 Juli 2026, Pemerintah telah menyelesaikan transaksi penerbitan Panda Bond dalam mata uang Chinese Renminbi (CNY) sebesar CNY 7 miliar (ekuivalen USD 1,033 miliar)," kata Suminto kepada iNews Media Group, Kamis (23/7/2026) malam.

Penerbitan ini dibagi dalam dua seri untuk mengakomodasi preferensi investor. Seri tenor 3 tahun dialokasikan sebesar CNY 5,6 miliar atau sekitar Rp 14,86 triliun, dengan imbal hasil (yield) sebesar 1,90%. Penawaran yang masuk untuk seri ini mencapai CNY 12,38 miliar (sekitar Rp 32,86 triliun), dengan rasio bid-to-cover yang kuat sebesar 2,2 kali.

Sementara itu, seri tenor 5 tahun dialokasikan sebesar CNY 1,4 miliar atau sekitar Rp 3,59 triliun, dengan yield yang sedikit lebih tinggi, yaitu 2,19%. Seri ini juga menunjukkan performa impresif dengan penawaran masuk mencapai CNY 4,62 miliar (sekitar Rp 12,26 triliun), dan rasio bid-to-cover yang lebih tinggi lagi, mencapai 3,3 kali. Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai penerbit surat utang yang menarik di pasar internasional, bahkan di tengah keraguan yang muncul.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer