Ads - After Header

Ratusan Mahasiswa PPDS Unair Keracunan Massal

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Insiden medis yang mengejutkan terjadi di lingkungan pendidikan kedokteran Surabaya. Sebanyak 172 mahasiswa peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dilaporkan mengalami keracunan massal. Peristiwa ini terjadi saat para calon dokter spesialis tersebut tengah menjalani rangkaian kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) pada Senin (28/9).

Para korban dilaporkan mengalami berbagai gejala klinis yang mengkhawatirkan, mulai dari rasa mual yang hebat, muntah-muntah, hingga pusing yang berlebihan. Menanggapi situasi darurat ini, RSUD Dr. Soetomo Surabaya bergerak cepat dengan menggandeng berbagai instansi berwenang untuk melakukan investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pasti di balik insiden tersebut.

Ratusan Mahasiswa PPDS Unair Keracunan Massal
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kabag Umum RSUD Dr. Soetomo, Robeth Jabbar, menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah mengambil langkah-langkah medis dan administratif yang komprehensif. Langkah ini diambil bukan hanya untuk menangani pasien, tetapi juga sebagai upaya pencarian fakta ilmiah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

"Untuk memastikan kondisi kesehatan para peserta dan mengetahui penyebab pasti dari keluhan yang terjadi, RSUD Dr. Soetomo telah melakukan sejumlah langkah pemeriksaan serta koordinasi intensif," ujar Robeth dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9).

Proses investigasi ini dilakukan secara menyeluruh. Tim medis tidak hanya mengandalkan sisa makanan yang dikonsumsi saat acara berlangsung, tetapi juga melakukan pengambilan spesimen langsung dari tubuh para korban. Salah satu metode yang digunakan adalah pemeriksaan rectal swab untuk mendeteksi adanya kontaminasi bakteri atau zat berbahaya dalam sistem pencernaan pasien.

Sampel makanan dan spesimen medis tersebut telah dikirimkan ke tiga lembaga otoritas kesehatan terkemuka untuk diuji secara akurat. Ketiga lembaga tersebut adalah Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain melakukan uji laboratorium, RSUD Dr. Soetomo juga telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Dinas Kesehatan setempat. Hasil dari ketiga laboratorium tersebut nantinya akan menjadi rujukan utama bagi pihak rumah sakit dalam menentukan langkah medis lanjutan serta kebijakan penanganan pasien.

Di sisi lain, pihak rumah sakit juga mulai menyoroti aspek tanggung jawab penyelenggara. RSUD Dr. Soetomo tengah melakukan koordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga untuk mengevaluasi standar kebersihan dan keamanan konsumsi yang disediakan selama kegiatan Pradik. Evaluasi ini sangat krusial guna memastikan prosedur penyediaan makanan bagi mahasiswa telah memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Airlangga belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka. Namun, pihak kampus dijadwalkan akan memberikan penjelasan lebih lanjut melalui konferensi pers yang akan digelar di RSUD Dr. Soetomo pada siang hari ini. Masyarakat kini menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah insiden ini murni akibat kontaminasi makanan atau ada faktor lain yang terlibat. Melansir informasi dari chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer