Ads - After Header

Revolusi Energi: Biomassa Ubah Limbah Jadi Emas!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) secara tegas menyoroti peran strategis biomassa sebagai pilar fundamental dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengakselerasi transisi menuju energi bersih. Melalui pengembangan ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, biomassa dipandang bukan hanya sebagai substitusi parsial batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), melainkan juga sebagai katalis penciptaan nilai tambah ekonomi, pembuka lapangan kerja hijau, serta optimalisasi sumber daya domestik.

Menurut Hokkop Situngkir, Direktur Biomassa PLN EPI, biomassa menawarkan solusi transisi energi yang dapat diimplementasikan secara cepat melalui program co-firing di PLTU. Skema ini melibatkan penggantian sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa yang berasal dari beragam residu, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah perkotaan.

Revolusi Energi: Biomassa Ubah Limbah Jadi Emas!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Mengutip Hokkop, "Batu bara dapat disubstitusi dengan beragam material seperti tandan kosong kelapa sawit, cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, pelepah sawit, limbah kayu, hingga berbagai residu biomassa lainnya. Seluruh bahan ini kemudian diolah menjadi pelet biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima chapnews.id di Jakarta, baru-baru ini.

Indonesia diberkahi dengan potensi biomassa yang sangat melimpah. Pemetaan yang dilakukan PLN EPI menunjukkan bahwa potensi biomassa yang layak dimanfaatkan mencapai angka fantastis, sekitar 83,4 juta ton per tahun. Potensi tersebut tersebar merata di berbagai wilayah, dengan Sumatra menyumbang sekitar 42,8 juta ton, diikuti Kalimantan 18,9 juta ton, Jawa 13,1 juta ton, Sulawesi 5,1 juta ton, Papua-Maluku 1,9 juta ton, serta Bali-Nusa Tenggara sekitar 1,5 juta ton. Sumber-sumber biomassa ini meliputi limbah sawit, sisa hasil kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

Hokkop lebih lanjut menggarisbawahi bahwa inisiatif pengembangan biomassa ini tidak semata-mata berorientasi pada penggantian sebagian konsumsi batu bara. "Bioenergi bukan hanya sekadar mengganti batu bara. Yang kami bangun adalah ekosistem bioenergi yang komprehensif, mulai dari tingkat desa hingga pembangkit listrik. Di dalamnya, kami melibatkan petani, koperasi, pelaku usaha, hingga industri yang secara kolektif memperoleh nilai tambah dari pemanfaatan biomassa," pungkasnya. Upaya ini menegaskan komitmen PLN EPI dalam membangun masa depan energi Indonesia yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer