Ads - After Header

Revolusi Energi! PLTS 100 GWp Prabowo Dimulai, Ini Detailnya

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk mewujudkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp). Proyek raksasa ini, yang merupakan visi Presiden Prabowo Subianto, akan digarap secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, menandai langkah signifikan menuju kemandirian energi nasional.

Sebagai langkah awal, pembangunan PLTS akan difokuskan di beberapa wilayah strategis, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, dengan total kapasitas awal mencapai 5,3 GWp. Percepatan program ini, menurut Bahlil, merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan sumber daya energi domestik sekaligus mencapai swasembada dan kedaulatan energi bagi bangsa.

Revolusi Energi! PLTS 100 GWp Prabowo Dimulai, Ini Detailnya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali, Menteri Bahlil secara lugas menyatakan, "Program PLTS ini begitu ini kita luncurkan, ini kita akan lakukan secara masif, Pak, dan dibagi menjadi tiga tahun." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk bergerak cepat dalam transisi energi.

Untuk merealisasikan proyek 100 GWp ini, pemerintah telah menyiapkan skema pelaksanaan yang fleksibel, memungkinkan partisipasi baik dari badan usaha swasta maupun pemerintah sendiri. Bahlil menjelaskan bahwa prioritas awal akan diberikan pada pengembangan proyek melalui skema Independent Power Producer (IPP).

Apabila terdapat investor swasta yang mampu menawarkan harga listrik yang kompetitif dan menguntungkan, proyek akan diserahkan kepada IPP tersebut. Namun, jika harga yang ditawarkan tidak kompetitif atau tidak ada pihak swasta yang menunjukkan minat, pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil alih pengerjaan proyek melalui entitas seperti Danantara.

Menyambung pernyataannya, Bahlil menegaskan, "Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP, kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara." Skema ini, lanjutnya, akan dijalankan dengan cermat, memastikan pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau, sesuai dengan arahan Presiden.

Program PLTS 100 GWp ini diperkirakan menelan investasi fantastis, mencapai sekitar USD 73 miliar atau lebih dari Rp 1.140 triliun. Namun, di balik angka investasi yang besar, proyek ini menjanjikan dampak positif yang signifikan. Pemerintah memproyeksikan program ini mampu menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja baru dan memberikan efisiensi terhadap subsidi energi nasional sebesar Rp 73,9 triliun setiap tahunnya, sebuah kontribusi besar bagi perekonomian dan keberlanjutan fiskal negara.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer