Ads - After Header

Revolusi Prambanan: Ratusan Candi Bangkit Lebih Cepat!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Yogyakarta – Pemerintah Republik Indonesia secara ambisius menggenjot target restorasi 218 candi perwara yang mengelilingi kompleks utama Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta. Proyek monumental ini, yang semula diproyeksikan rampung dalam satu dekade, kini ditargetkan selesai sebelum tahun 2029, menyusul pembahasan penting antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin, yang akrab disapa Esti, menjelaskan percepatan ini. "Awalnya proyek ini direncanakan selesai dalam 10 tahun. Namun, setelah dialog dengan PM Modi, Bapak Presiden mengumumkan bahwa kita akan berupaya menyelesaikan seluruh candi perwara yang belum terbangun sebelum 2029," ujar Esti di Kompleks Candi Prambanan, Rabu (8/7). Ia mengakui tantangan besar di depan, menyebutnya "pekerjaan Roro Jonggrang," namun optimisme tinggi membara untuk menjadikan Prambanan destinasi pariwisata spiritual dan budaya kelas dunia.

Revolusi Prambanan: Ratusan Candi Bangkit Lebih Cepat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, menggarisbawahi kunjungan Prabowo dan Modi sebagai penanda dimulainya kemitraan konservasi warisan budaya dengan India. "Ini adalah kolaborasi kemitraan warisan budaya dengan India, di mana kami akan memugar candi-candi ini. Harapannya, dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, lebih dari 200 candi tambahan dapat berdiri di Prambanan, menjadikannya kompleks candi yang luar biasa besar," kata Maya.

Maya menambahkan, kerja sama ini membuka peluang signifikan bagi pengembangan sektor pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. "Kami memiliki potensi sangat besar untuk menjadikan Prambanan sebagai destinasi pariwisata warisan spiritual dan budaya," tegasnya. InJourney, melalui anak usahanya InJourney Destination, berkomitmen untuk mengembangkan destinasi sekaligus berperan sebagai agen pembangunan nasional, dengan harapan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan memberikan dampak ekonomi-sosial positif bagi masyarakat sekitar.

Indira Estiyanti Nurjadin kembali menjelaskan bahwa dukungan dari Pemerintah India tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga kolaborasi dalam pelaksanaan konservasi. India akan berkontribusi dalam pemugaran sekitar seperempat dari total candi perwara, yaitu sekitar 54 candi yang berlokasi di sisi timur laut kompleks. "Jadi, baru seperempatnya saja yang dibantu. Oleh karena itu, Pak Prabowo juga telah menyatakan bahwa Indonesia akan turut serta secara aktif dalam kerja sama konservasi ini," lanjut Esti.

Kerja sama ini mengedepankan konsep konservasi warisan budaya kolaboratif yang mencakup pertukaran pengetahuan, digitalisasi, dokumentasi, serta pemanfaatan teknologi pemindaian tiga dimensi dengan penginderaan laser, fotogrametri, dan kecerdasan buatan (AI). "Kami juga menggunakan teknik anastilosis dalam arkeologi, yang berarti tidak akan ada perubahan dari bentuk-bentuk asli candi," imbuhnya. Titik awal proyek ini akan dimulai satu bulan setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI), dengan Kementerian Kebudayaan melalui MCB dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) memimpin pelaksanaan, sementara tim dari Archaeological Survey of India (ASI) akan dikirim dari India.

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjamin bahwa kegiatan operasional dan kunjungan wisata di Kompleks Candi Prambanan akan tetap berlangsung normal selama proses pemugaran candi perwara. "Operasional tetap dijalankan seperti biasa. Apabila terjadi rekonstruksi, kami tidak akan menutup candi secara total, melainkan akan menerapkan sistem zonasi," jelas Febrina. Ia optimistis bahwa pengelolaan kawasan dengan sistem zonasi, seperti yang diterapkan saat revitalisasi Candi Borobudur, akan memungkinkan pekerjaan konservasi dan aktivitas wisata berjalan berdampingan tanpa mengganggu pengalaman pengunjung.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer