Chapnews – Nasional – Makassar – Ribuan pendaki diperkirakan akan memadati Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka berencana mengibarkan bendera Merah Putih di puncak gunung pada Senin (17/8) besok, sebuah tradisi tahunan yang selalu menarik perhatian. Menyikapi antusiasme ini, Basarnas Makassar bersama tim SAR gabungan telah mengaktifkan ‘Siaga Khusus Merah Putih’ yang berlangsung dari 15 hingga 18 Agustus. Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk mengantisipasi segala potensi kondisi darurat yang mungkin timbul selama periode pendakian massal tersebut.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, pada Minggu (16/8), menegaskan pentingnya langkah antisipatif ini. "Kami menyiagakan personel di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian hingga kawasan puncak. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh pendaki dapat menjalankan kegiatan dengan aman dan apabila terjadi kondisi darurat, tim dapat segera memberikan pertolongan," ujarnya kepada chapnews.id.

Arif menjelaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan upaya komprehensif untuk menjamin keselamatan para pendaki sekaligus mempercepat respons jika insiden tak terduga terjadi. Pada hari kedua pelaksanaan Siaga Khusus, Minggu (16/8), pemantauan intensif terus dilakukan terhadap pergerakan ribuan pendaki menuju puncak Gunung Bawakaraeng.
"Hingga pembaruan terakhir, jumlah pendaki yang terdata mencapai 2.557 orang," terang Arif. Ia merinci jalur masuk para pendaki: 94 orang melalui registrasi Lembanna, 1.195 orang melalui Bulu Balea, 872 orang melalui Tassoso, dan 396 orang lainnya memilih jalur Kanreapia.
Untuk memastikan jangkauan dan respons yang optimal, Basarnas Makassar telah menempatkan tim di berbagai lokasi vital. Posko-posko didirikan di Lembanna, Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, kawasan puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso. "Sebanyak 211 personel dari berbagai unsur SAR turut terlibat aktif dalam operasi Siaga Khusus ini," imbuh Arif.
Hingga laporan ini diturunkan, Arif menyatakan bahwa belum ada laporan mengenai pendaki yang mengalami masalah serius, baik itu sakit maupun membutuhkan pertolongan darurat. "Sampai saat ini, situasi masih aman dan belum ada laporan pendaki yang mengalami kendala. Namun, kami terus mengimbau seluruh pendaki untuk tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan relawan di lapangan," pesannya.
Meskipun kondisi cuaca di kawasan Gunung Bawakaraeng dilaporkan cerah saat pemantauan, Basarnas Makassar tetap mengingatkan pendaki untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Pendaki juga diimbau untuk tidak memaksakan diri apabila merasa kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan.
"Semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Jangan sampai euforia pendakian membuat kita mengabaikan kondisi diri sendiri maupun lingkungan sekitar," pungkas Arif, menekankan pentingnya keseimbangan antara semangat perayaan dan prioritas keselamatan.

