Ads - After Header

Rupiah Tertekan Akibat Gejolak Timur Tengah

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren negatif saat menutup perdagangan pada Senin (26/10/2026). Mata uang garuda tersebut mengalami pelemahan terhadap dolar AS dengan penurunan sebesar 55 poin atau setara dengan 0,30 persen. Pada akhir sesi perdagangan, rupiah tercatat mendarat di level Rp18.135 per dolar AS.

Kondisi pasar keuangan global yang sedang tidak menentu tampaknya menjadi faktor utama yang menekan mata uang domestik. Berdasarkan analisis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa sentimen eksternal yang berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama depresiasi rupiah.

Rupiah Tertekan Akibat Gejolak Timur Tengah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu faktor krusial yang mengganggu stabilitas pasar adalah eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman. Kelompok yang berafiliasi dengan Iran ini dilaporkan terus melancarkan serangan sepanjang akhir pekan lalu. Serangan tersebut menyasar fasilitas vital, termasuk bandara dan infrastruktur minyak di wilayah Arab Saudi pada hari Sabtu.

Meskipun pihak Arab Saudi telah melakukan upaya pencegahan dengan mencegat sejumlah rudal dan pesawat nirawak (drone) yang datang, situasi keamanan di kawasan tersebut tetap berada dalam zona merah. Ketegangan semakin memuncak seiring dengan pergerakan kelompok Houthi menuju Selat Bab el-Mandeb. Jalur ini merupakan titik strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, sehingga gangguan di wilayah ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global.

"Situasi keamanan di sekitar Laut Merah terus memburuk, yang kemudian memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas rantai pasok dan harga energi," tulis Ibrahim dalam laporan riset terbarunya yang dikutip dari chapnews.id.

Di tengah ketidakpastian tersebut, muncul secercah harapan melalui jalur diplomasi. Laporan menyebutkan bahwa mediator dari Qatar telah bertolak ke Teheran pada hari Minggu lalu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya koordinasi dengan Washington untuk meredam ketegangan regional agar tidak meluas menjadi konflik terbuka yang lebih besar.

Upaya diplomatik ini sempat memberikan sedikit napas lega bagi pelaku pasar setelah sebelumnya terjadi lonjakan volatilitas yang dipicu oleh ketakutan akan perang skala besar. Selain peran Qatar, perhatian pasar kini tertuju pada pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin ini.

Berdasarkan laporan Reuters, pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dijadwalkan akan bertemu dengan perwakilan dari Iran di Teheran. Pertemuan multilateral ini bertujuan untuk membahas koordinasi regional guna menciptakan stabilitas di Timur Tengah. Hasil dari pertemuan ini sangat dinantikan oleh para investor, karena stabilitas di kawasan tersebut akan sangat menentukan arah pergerakan mata uang dunia, termasuk rupiah, dalam beberapa waktu ke depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer