Ads - After Header

Sahroni Ingatkan Mahasiswa Soal Ijazah Palsu

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan pesan mendalam saat berdialog dengan para mahasiswa di Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, politisi ini menekankan pentingnya integritas akademik sebagai fondasi utama bagi generasi muda yang memiliki ambisi besar untuk menduduki jabatan strategis di masa depan, seperti presiden maupun anggota legislatif.

Sahroni secara spesifik menyinggung mengenai urgensi kepemilikan ijazah pendidikan yang asli. Menurutnya, meskipun kecerdasan dan kemampuan berpikir kritis adalah kunci utama, dokumen pendidikan tetap menjadi syarat administrasi yang mutlak dan tidak boleh dimanipulasi. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik ijazah palsu di masa mendatang, terutama bagi mereka yang ingin melayani publik.

Sahroni Ingatkan Mahasiswa Soal Ijazah Palsu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Prinsipnya adalah menjadi pribadi yang cerdas kapan pun dan di mana pun. Ijazah mungkin bukan level utama dalam menentukan kualitas seseorang, tetapi ijazah itu perlu sebagai syarat. Jangan sampai ada praktik ijazah palsu," tegas Sahroni di hadapan para mahasiswa dari Lembaga Kajian Keilmuan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LK2 FH UI), Senin (26/10).

Momen diskusi ini berlangsung hangat saat Sahroni melontarkan pertanyaan pemantik mengenai cita-cita para mahasiswa yang hadir. Ia ingin memicu semangat para intelektual muda tersebut untuk berani bermimpi setinggi langit. Salah satu mahasiswa, Arvin Rumbiak selaku Direktur Eksekutif Ketua LK2 FH UI, bahkan dengan percaya diri menjawab bahwa ia memiliki mimpi menjadi presiden.

Merespons jawaban tersebut, Sahroni memberikan dukungan moral. Ia berpendapat bahwa bermimpi adalah hak setiap orang karena tidak memerlukan biaya. Bahkan, ia sempat menyinggung pengalaman pribadinya yang pernah menghadapi berbagai tekanan dan kontroversi akibat pernyataan-pernyataannya di masa lalu, namun ia tetap teguh pada ambisi dan prinsipnya.

"Selama mimpi itu gratis, kalian boleh bermimpi apa saja. Saya saja, meskipun pernah mengalami berbagai tekanan, tetap berani bermimpi menjadi presiden," selorohnya yang disambut antusias oleh peserta diskusi.

Lebih lanjut, Sahroni berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademis di dalam ruang kelas atau lingkungan kampus semata. Ia menekankan bahwa kecerdasan yang sesungguhnya adalah kemampuan untuk menggunakan akal sehat dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat, di mana pun mereka berada.

Ia berharap semangat yang ditunjukkan mahasiswa dalam mengawal isu-isu krusial, seperti Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset, dapat terus dijaga. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan publik dengan bekal ilmu pengetahuan yang jujur dan integritas yang tinggi, tanpa kompromi terhadap praktik-praktik ilegal seperti pemalsuan dokumen pendidikan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer