Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kinerja gemilang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia. Meski IHSG membukukan penguatan signifikan, dinamika pasar menunjukkan dua sisi yang kontras: sejumlah saham melesat tak terbendung menjadi primadona, sementara lainnya harus menelan pil pahit dengan penurunan tajam. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode perdagangan 6 hingga 10 April 2026 telah merangkum daftar lengkap saham-saham yang paling diuntungkan dan paling tertekan.
IHSG sendiri mencatat performa impresif, melompat tajam sebesar 6,14 persen. Indeks acuan ini berhasil mengakhiri pekan di level 7.458,496, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di angka 7.026,782. Penguatan ini mencerminkan optimisme pasar dan minat beli investor yang cukup kuat terhadap saham-saham di bursa domestik.

Namun, di balik euforia penguatan IHSG, terdapat kisah berbeda bagi masing-masing emiten. Beberapa di antaranya berhasil menarik perhatian investor dengan kenaikan harga yang luar biasa, sementara yang lain justru dihantam tekanan jual yang kuat.
Deretan Saham Paling Moncer (Top Gainers)
Pekan ini, bintang utama di antara saham-saham yang melonjak adalah TRUK. Emiten ini mencetak rekor kenaikan fantastis sebesar 106,36 persen, mengubah harganya dari Rp220 menjadi Rp454 per saham. Lonjakan luar biasa ini menjadikan TRUK sebagai saham dengan performa terbaik, menarik perhatian luas dari para pelaku pasar.
Tak kalah impresif, sejumlah saham lain juga menyusul dengan kenaikan signifikan. KUAS melaju 71,95 persen, diikuti oleh IFSH yang menguat 68,80 persen, dan MSIN sebesar 58,08 persen. Saham ESIP turut mencatatkan kenaikan 52,24 persen, sementara BRPT dan ASPI masing-masing naik 49,61 persen dan 49,06 persen. Penguatan solid juga terlihat pada saham OPMS yang naik 46,43 persen, TPIA sebesar 45,68 persen, serta OASA yang menguat 44,72 persen. Kinerja cemerlang saham-saham ini mengindikasikan tingginya minat beli dan sentimen positif terhadap sektor-sektor tertentu selama sepekan terakhir.
Saham-Saham yang Tertekan Paling Dalam (Top Losers)
Di sisi lain, tekanan jual yang kuat menyebabkan beberapa saham harus tergelincir ke dalam daftar top losers. Saham CHEM menjadi yang paling terpukul dengan penurunan terdalam sebesar 28,47 persen, dari harga Rp137 menjadi Rp98 per saham. Penurunan tajam ini mencerminkan kekhawatiran pasar atau aksi profit taking yang masif.
Selain CHEM, saham ALKA juga mengalami pelemahan signifikan sebesar 20,99 persen, serta DEFI yang terkoreksi 16,67 persen. Saham LCKM dan FILM masing-masing turun 14,29 persen dan 14,09 persen. Lebih lanjut, BEER tergelincir 12,74 persen, ITMA melemah 12,61 persen, serta CBPE dan NSSS masing-masing anjlok 11,67 persen dan 11,25 persen. Saham ATAP melengkapi daftar dengan penurunan 10,53 persen, menunjukkan bahwa tidak semua emiten mampu menikmati euforia penguatan IHSG pekan ini.
Dinamika pasar yang kontras ini menjadi pengingat bagi investor akan pentingnya analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat potensi keuntungan besar dan risiko kerugian yang sama-sama nyata di Bursa Efek Indonesia. Untuk informasi terbaru seputar pasar modal, Anda bisa mengikuti kanal resmi chapnews.id.


