Chapnews – Ekonomi – Pemerintah menggelontorkan dana fantastis, Rp25,8 triliun, untuk membangun Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Proyek ambisius ini akan dikerjakan oleh BUMN Karya mulai tahun 2026 mendatang melalui skema penunjukan langsung. Langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan, demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, di kantor Kementerian PU, Jumat (9/5/2025).
"Sesuai Perpres, kita bisa menugaskan BUMN Karya untuk percepatan," tegas Dody. Ia menambahkan, BUMN Karya akan berkolaborasi dengan kontraktor lokal. Anggaran total untuk pembangunan sekolah baru di seluruh Indonesia mencapai angka yang lebih besar lagi, yakni sekitar Rp150 triliun. "Nanti BUMN Karya yang akan mengatur kerja sama bisnisnya dengan kontraktor lokal. Yang penting, BUMN Karya yang menjadi pelaksana utama," lanjutnya.

Proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, yang menginginkan Sekolah Rakyat dilengkapi fasilitas lengkap. Bukan hanya ruang kelas, namun juga sarana olahraga, tempat ibadah, bahkan wisma yang mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Prioritas pembangunan difokuskan pada daerah dengan tingkat kesejahteraan rendah, tepatnya di desil 1 dan desil 2. Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial untuk menentukan lokasi pembangunan yang paling tepat. Proyek raksasa ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.



