Chapnews.id – Persidangan kasus dugaan korupsi terkait kuota haji kembali memanas di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Ishfah Abidal Azis, atau yang akrab disapa Gus Alex, memberikan keterangan mengejutkan di hadapan majelis hakim. Mantan Staf Khusus Menteri Agama periode 2019-2024 ini secara tegas membantah tuduhan yang dilontarkan oleh saksi kunci, Zainal Abidin.
Zainal Abidin, yang menjabat sebagai Komisaris Independen PT Sucofindo, sebelumnya memberikan kesaksian bahwa Gus Alex menitipkan uang sebesar US$1 juta (sekitar Rp15 miliar) untuk kepentingan Panitia Khusus (Pansus) Haji 2024. Namun, dalam persidangan terbaru, Gus Alex membantah keras narasi tersebut.

"Pertama, saya membantah keterangan saksi yang mengatakan bahwa saya menitipkan dana sejumlah 1 juta US dollar," tegas Gus Alex di ruang sidang, Selasa (29/8).
Gus Alex memberikan kronologi yang berbeda terkait aliran dana tersebut. Menurut pengakuannya, ia sebenarnya sudah mendapatkan konfirmasi mengenai pengaturan dana tersebut setelah bertemu dengan Ace Hasan Syadzily, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Pansus Haji. Ia menyebut bahwa instruksi penyerahan uang tersebut dilakukan melalui skema pengaturan antar aparat sesuai arahan yang diterima.
Lebih lanjut, Gus Alex juga membantah pernyataan Zainal yang menyebut bahwa Ace Hasan Syadzikan dan Ketua Pansus Haji 2024, Nusron Wahid, menolak uang tersebut. Padahal, kedua tokoh tersebut memiliki peran krusial dalam Pansus Haji saat itu. Perlu dicatat, Ace Hasan kini menjabat sebagai Gubernur Lemhannas, sementara Nusron Wahid kini menjabat sebagai Menteri ATR/Kepala BPN.
Gus Alex mengaku sangat yakin dengan skema penyerahan dana tersebut karena adanya keterlibatan orang-orang kepercayaan. Ia menyebutkan bahwa saat pertemuan berlangsung, Zainal memperkenalkan sosok bernama Khomsin sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid yang biasa menjalankan tugas khusus. Selain itu, kehadiran Acong, yang disebut sebagai orang dekat Nusron, semakin memperkuat keyakinan Gus Alex bahwa pengaturan dana tersebut telah terorganisir.
Sebelumnya, Zainal Abidin memberikan kesaksian yang kontradiktif. Ia mengaku sempat menyarankan Gus Alex untuk menitipkan uang tersebut kepada Ace Hasan agar diatur lebih lanjut. Namun, Zainal menyebut Ace menolak menerima uang tersebut. Karena merasa kesulitan, Zainal akhirnya mengarahkan Gus Alex untuk menitipkan dana tersebut kepada Khomsin, seorang anggota Brimob yang ia anggap sebagai sosok jujur dan dapat dipercaya.
Persidangan ini kini menjadi sorotan publik karena melibatkan nama-nama besar di pemerintahan dan parlemen, serta menyangkut isu sensitif mengenai pengelolaan kuota haji yang menjadi harapan jutaan umat Muslim di Indonesia. Kasus ini masih terus bergulir untuk mengungkap kebenaran di balik aliran dana misterius tersebut.


