Ads - After Header

Skandal Konten LGBTQ SUMA UI: UI Buka Suara Tegas!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Universitas Indonesia (UI) akhirnya angkat bicara menanggapi polemik yang mencuat pasca unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) UI yang mempublikasikan konten terkait Pride Month dan isu LGBTIQ. Pihak kampus menegaskan bahwa unggahan tersebut adalah pandangan redaksional organisasi mahasiswa dan tidak mencerminkan sikap resmi universitas.

"Terkait dinamika yang berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai isu Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan," ujar Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, seperti dikutip chapnews.id pada Minggu (14/6). Ia menambahkan, "Konten tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI."

Skandal Konten LGBTQ SUMA UI: UI Buka Suara Tegas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

UI menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dan berpendapat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan akademik. Namun, kebebasan ini harus dijalankan secara bertanggung jawab, dengan tetap menghormati etika dan norma yang berlaku di masyarakat Indonesia.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, UI berkomitmen teguh pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, serta norma-norma yang berlaku di Indonesia. Kampus mengedepankan martabat manusia, integritas, dan lingkungan akademik yang aman serta kondusif sebagai pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Dalam semangat tersebut, UI memandang kampus sebagai ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik," demikian pernyataan resmi UI. Kampus menilai perbedaan pandangan di tengah masyarakat harus dikelola secara bijak, sehingga kebebasan berekspresi perlu diimbangi tanggung jawab sosial agar tidak memicu perpecahan.

Menanggapi dinamika yang berkembang dan keresahan yang timbul di tengah masyarakat, pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan langkah-langkah evaluasi lebih lanjut secara internal. "Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab," tegas UI.

Di sisi lain, Ikatan Alumni Pers Suara Mahasiswa UI (ILUNI SUMA UI) juga menyatakan penyesalan mendalam atas unggahan berjudul "Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan" yang sempat viral di Instagram dan X. "Alumni Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menyesalkan unggahan di Instagram dan X (sebelumnya Twitter) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) berjudul Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan," demikian pernyataan ILUNI SUMA UI melalui akun @ilunisumaui.

Para alumni mengungkapkan bahwa mereka telah berupaya memberikan masukan kepada Redaksi SUMA UI untuk mempertimbangkan konteks sosial kemasyarakatan, seraya tetap menjaga independensi redaksi dalam menjalankan kerja jurnalistiknya. Mereka menilai unggahan tersebut tidak sejalan dengan semangat SUMA yang sejak didirikan pada tahun 1992 dikenal menjunjung keberagaman, menjaga sikap moderat, dan mengedepankan prinsip non-partisipan dalam kerja jurnalistiknya.

Alumni juga menyayangkan sikap pengurus redaksi yang dinilai kurang membuka ruang diskusi dan menerima masukan terkait unggahan kontroversial tersebut. Polemik ini, menurut mereka, telah menimbulkan keresahan di kalangan sivitas akademika, alumni, hingga masyarakat luas, serta berpotensi berdampak negatif terhadap gerakan mahasiswa UI. Meskipun demikian, alumni menegaskan tetap mendukung kebebasan berpendapat yang dijalankan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan etika dan nilai moral yang berkembang di masyarakat. "Alumni SUMA UI akan terus membuka upaya dialog dengan pengurus Redaksi SUMA UI. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," tutup pernyataan alumni.

Unggahan kontroversial SUMA UI tersebut menampilkan ilustrasi siluet Garuda Pancasila berlatar bendera pelangi, disertai narasi mengenai Pride Month dan isu diskriminasi terhadap komunitas LGBTIQ+. Setelah menuai beragam reaksi publik, unggahan tersebut kini telah dihapus dari akun Instagram dan X milik SUMA UI. UI mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk menjaga suasana kondusif serta menghormati perbedaan pandangan demi menjaga persatuan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer