Ads - After Header

Strategi Prabowo: TNI Menyebar, Kekayaan Alam Terjaga!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengemukakan gagasan strategis untuk memperkuat kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai daerah. Usulan ini muncul sebagai respons atas kesenjangan signifikan antara jumlah batalyon TNI yang ada dengan total kabupaten di Indonesia, yang menurutnya berpotensi mengancam pengawasan kekayaan alam nasional.

Menurut Prabowo, dengan asumsi ideal satu batalyon per kabupaten, saat ini masih terdapat lebih dari 360 kabupaten yang belum memiliki satuan TNI. Ketiadaan aparat keamanan yang memadai di wilayah-wilayah tersebut, tegasnya, telah membuka celah bagi praktik ilegal seperti pembalakan liar (illegal logging), penambangan ilegal (illegal mining), dan pembukaan lahan perkebunan secara tidak sah yang berlangsung selama puluhan tahun. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam acara "Presiden Prabowo Menjawab" sebagaimana dikutip dari rilis pers Bakom RI pada Kamis (17/9).

Strategi Prabowo: TNI Menyebar, Kekayaan Alam Terjaga!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peningkatan jumlah kekuatan TNI, lanjut Prabowo, merupakan langkah krusial untuk menjamin pertahanan dan keamanan negara dapat menjangkau setiap pelosok Nusantara. Mengingat luasnya wilayah Indonesia yang mencakup 514 kabupaten — yang masing-masing memiliki skala geografis yang besar — serta besarnya populasi, kehadiran unsur pertahanan yang merata dinilai esensial untuk menjaga kedaulatan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti kondisi anggaran pertahanan Indonesia yang tergolong paling rendah di kawasan ASEAN. Meskipun telah mengalami peningkatan, alokasi belanja pertahanan RI masih berada di bawah 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menjelaskan bahwa selama beberapa dekade, anggaran pertahanan Indonesia hanya berkisar 0,9 persen PDB, jauh di bawah negara tetangga seperti Singapura yang mengalokasikan lebih dari 3 persen PDB untuk sektor pertahanan.

Dengan demikian, penambahan batalyon dan penguatan pertahanan ini ditegaskan Prabowo sebagai bagian integral dari upaya membangun sistem pertahanan dan keamanan (hankam) yang lebih optimal dan merata. "Sistem hankam yang merata membutuhkan kehadiran unsur-unsur pertahanan yang cukup kuat," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer