Ads - After Header

Strategi Rahasia Prabowo di Tengah Perang Global!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat menghargai berbagai masukan dan kritik terkait usulan penangguhan atau penarikan diri Indonesia dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pernyataan ini disampaikan Nusron saat mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan para tokoh ulama dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Nusron menjelaskan, Presiden Prabowo berkewajiban untuk memberikan penjelasan komprehensif mengenai posisi Indonesia dalam BoP. Ia menekankan bahwa Prabowo senantiasa terbuka dan mendengarkan segala pandangan dari berbagai pihak, termasuk para ulama dan pimpinan ormas Islam. Namun, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo tetap memandang BoP sebagai platform penting untuk mengupayakan perdamaian, khususnya di Timur Tengah dan Palestina.

Strategi Rahasia Prabowo di Tengah Perang Global!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Posisi pemerintah saat ini adalah menjadikan BoP sebagai bagian dari ikhtiar diplomasi Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian," ujar Nusron. Ia menambahkan, upaya ini perlu dicoba terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan langkah lain. Menurutnya, tidaklah tepat jika keanggotaan tersebut langsung dihentikan sebelum adanya upaya diplomasi yang maksimal. "Bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu," jelasnya.

BoP: Satu-satunya Alternatif?

Dalam pertemuan dengan para ulama, Prabowo juga mempertanyakan forum alternatif lain jika Indonesia memutuskan keluar dari BoP. Menurut pemerintah, saat ini BoP menjadi satu-satunya wadah yang tersedia untuk membahas upaya perdamaian di Palestina dan Gaza. Indonesia, bersama delapan negara lainnya, telah bersepakat memanfaatkan forum ini sebagai ruang diplomasi untuk mendorong dialog dan penyelesaian konflik.

Presiden juga disebut tengah mengupayakan langkah diplomasi untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan membuka jalur komunikasi dengan Iran. Nusron mengungkapkan, langkah ini mendapat dukungan dari sejumlah negara di Timur Tengah dan negara Islam lainnya, seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Sehari sebelumnya, Prabowo juga telah mengadakan silaturahmi dengan para presiden dan wakil presiden terdahulu serta ketua umum partai politik parlemen di istana. Usai pertemuan tersebut, Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengonfirmasi bahwa Prabowo memutuskan untuk tetap berada di dalam BoP, di tengah memanasnya konflik Timur Tengah setelah AS berkolaborasi dengan Israel menyerang Iran di awal Ramadan, yang kemudian dibalas oleh Iran.

Seruan Persatuan Hadapi Gejolak Global

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut mengajak para tokoh ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam untuk bersatu padu dalam menghadapi gejolak geopolitik global. Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan dan diskusi intensif yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3) mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB, terbagi dalam dua sesi.

Nusron menjelaskan, diskusi tersebut membahas kondisi geopolitik global serta situasi ekonomi nasional. Sesi pertama dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof KH Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar. Pertemuan dilanjutkan dengan sesi kedua bersama sekitar 86 pimpinan ormas Islam, tokoh Islam, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah, termasuk K.H. Hasan Abdullah Sahal (Gontor), K.H. Nurul Huda Jazuli (Ploso), K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Tebuireng), serta perwakilan dari Pondok Pesantren Lirboyo, Darunnajah, dan Al-Bahjah. Beberapa menteri Kabinet Merah Putih seperti Muhaimin Iskandar, Saifullah Yusuf, dan Nasaruddin Umar juga turut hadir.

Selain geopolitik, Presiden juga memaparkan perkembangan geoekonomi global, kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri, serta langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik global, termasuk potensi krisis pangan dan energi. Prabowo menjelaskan kebijakan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, termasuk kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART), yang bertujuan menjaga daya saing produk Indonesia di pasar AS dan menghindari potensi tarif tinggi terhadap ekspor.

"Kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan," pungkas Nusron, menggarisbawahi pentingnya persatuan nasional.

Kekerasan di Palestina Terus Berlanjut

Di sisi lain, situasi di Palestina, khususnya di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza, terus memburuk dengan eskalasi kekerasan yang dilakukan oleh militer Israel dan pemukim Yahudi. Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa selama enam hari berturut-turut, serangan militer Israel semakin intensif di berbagai provinsi Tepi Barat.

"Pasukan pendudukan Israel melanjutkan serangan militer yang semakin intensif selama enam hari berturut-turut di berbagai provinsi Tepi Barat yang diduduki, di tengah gelombang penangkapan, luka-luka akibat tembakan langsung, dan pengetatan pembatasan militer melalui penutupan pos pemeriksaan dan gerbang besi di pintu masuk kota dan desa," demikian diberitakan WAFA pada Kamis (5/5).

WAFA juga melaporkan bahwa pasukan Israel mengubah rumah-rumah warga Palestina menjadi pos militer, memaksa penduduk mengungsi, dan menggunakannya sebagai posisi bagi pasukan dan penembak jitu. Contohnya di Desa Faqqu’a di timur Jenin, sembilan rumah warga terpaksa diubah menjadi pos militer. Selain itu, pada Kamis dini hari, militer Israel menggerebek sejumlah desa di barat Ramallah dan menahan 13 warga Palestina. Di Hebron, beberapa warga terluka akibat tembakan pasukan Israel, dengan jumlah tahanan meningkat menjadi lebih dari 100 orang dalam enam hari terakhir.

Rezim Zionis dan militernya juga mencegah jemaah melakukan ibadah salat fardu dan salat sunah, termasuk Tarawih, di Masjid Al Aqsa di Yerusalem dengan alasan keadaan darurat. Pasukan Israel dalam jumlah besar ditempatkan di sana dan sekitarnya untuk mencegah warga Palestina memasuki halamannya, setelah sebelumnya mengusir paksa warga pada Sabtu (28/2) pagi pekan lalu. (antara/kid/wis)

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer