Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-includes/functions.php on line 6131
Studi Harvard: Indonesia Juara Kesejahteraan Global! - ChapNews

Ads - After Header

Studi Harvard: Indonesia Juara Kesejahteraan Global!

Ahmad Dewatara

Studi Harvard: Indonesia Juara Kesejahteraan Global!

Chapnews – Ekonomi – Sebuah studi mengejutkan dari Harvard University mengguncang dunia! Indonesia, negara berkembang yang selama ini dikenal dengan tantangan ekonominya, justru dinobatkan sebagai negara paling makmur dan sejahtera di dunia. Hasil ini mengalahkan negara-negara maju seperti Jepang dan Israel, berdasarkan penelitian Global Flourishing Study yang diterbitkan di jurnal Nature Mental Health.

Studi yang melibatkan lebih dari 200.000 peserta dari 22 negara di enam benua ini, mewakili sekitar 64% populasi global, menilai "flourishing" – sebuah kondisi di mana semua aspek kehidupan individu berjalan baik, termasuk kebahagiaan, kesehatan mental dan fisik, hubungan sosial, makna hidup, karakter, dan stabilitas finansial. Hasilnya? Indonesia berada di puncak!

Studi Harvard: Indonesia Juara Kesejahteraan Global!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Posisi Indonesia disusul oleh Israel, Filipina, Meksiko, dan Polandia. Negara-negara Afrika seperti Nigeria, Mesir, Kenya, Tanzania, dan Argentina juga masuk sepuluh besar. Amerika Serikat, yang dikenal sebagai negara adikuasa, hanya menempati peringkat ke-12, sementara Inggris berada jauh di bawahnya, di posisi ke-20.

Mengapa Indonesia? Para peneliti Harvard menjelaskan bahwa meskipun bukan negara berpenghasilan tinggi, Indonesia unggul dalam hubungan sosial dan karakter sosial yang kuat. Kedua faktor ini, menurut laporan tersebut, menjadi kunci utama terciptanya kehidupan yang bermakna dan sejahtera. "Indonesia memiliki kekuatan luar biasa dalam hubungan sosial dan partisipasi komunitas," ungkap laporan tersebut.

Sebaliknya, Jepang, negara dengan harapan hidup tinggi dan ekonomi maju, justru berada di peringkat terendah. Rendahnya tingkat hubungan sosial dan minimnya teman dekat di antara penduduknya, menjadi faktor penyebab rendahnya rasa memiliki makna hidup.

Brendan Case, salah satu penulis penelitian, menekankan bahwa kesejahteraan bukan hanya soal kekayaan, demokrasi, atau kesehatan publik semata. "Penelitian ini mengangkat pertanyaan penting tentang kemungkinan kompromi dalam proses pembangunan," tegasnya. Studi ini memberikan perspektif baru tentang definisi kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan, menunjukkan bahwa faktor sosial dan komunitas berperan penting dalam menciptakan kehidupan yang makmur.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer