Ads - After Header

Surplus 6 Tahun Tamat! RI Merugi Rp25 Triliun!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kabar mengejutkan datang dari sektor perekonomian nasional. Setelah mencatat tren surplus selama 72 bulan berturut-turut, atau enam tahun penuh, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 justru berbalik arah dengan mencatatkan defisit signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (02/07/2026) mengungkapkan bahwa kondisi ini menandai berakhirnya periode emas perdagangan RI, dengan total kerugian mencapai USD1,61 miliar.

Angka defisit sebesar USD1,61 miliar ini sangat kontras dengan bulan sebelumnya. Pada April 2026, neraca perdagangan Indonesia masih menikmati surplus sebesar USD89,1 juta. Perubahan drastis ini sontak menjadi sorotan utama para pengamat ekonomi, mengingat stabilitas surplus yang telah lama dipertahankan.

Surplus 6 Tahun Tamat! RI Merugi Rp25 Triliun!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, biang kerok utama di balik defisit ini adalah sektor minyak dan gas bumi (migas). Tekanan pada komoditas migas menjadi faktor dominan yang menyeret neraca perdagangan nasional ke zona merah.

Secara spesifik, Ateng menjelaskan bahwa sektor migas mencatat defisit yang jauh lebih besar, yakni USD3,76 miliar. Angka ini didominasi oleh impor yang tinggi pada hasil minyak dan minyak mentah. Lonjakan kebutuhan atau harga komoditas ini di pasar global diduga kuat menjadi pemicu utama pembengkakan defisit di sub-sektor tersebut.

Meski demikian, ada secercah harapan dari sektor non-migas. Neraca perdagangan non-migas justru masih menunjukkan kinerja positif dengan mencatat surplus sebesar USD2,15 miliar. Kinerja cemerlang ini ditopang oleh ekspor komoditas unggulan seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta produk besi dan baja yang permintaannya tetap tinggi di pasar internasional.

Dengan demikian, meskipun sektor non-migas berhasil menopang, defisit besar dari migas tak terhindarkan. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencari solusi strategis guna mengembalikan neraca perdagangan ke jalur surplus di masa mendatang, terutama dengan mengantisipasi fluktuasi harga energi global. Untuk mendapatkan informasi terkini lainnya, Anda bisa mengikuti kanal WhatsApp Chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer