Chapnews – Nasional – Menyikapi serangkaian bencana alam yang melanda Indonesia, termasuk erupsi lima gunung api dalam waktu berdekatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi ini merupakan konsekuensi tak terhindarkan dari posisi geografis Indonesia di jalur "Ring of Fire" atau Cincin Api Pasifik. Oleh karena itu, ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk bersiap siaga penuh dan mengalokasikan anggaran mitigasi bencana secara signifikan.
Dalam rapat terbatas (Ratas) yang digelar secara daring pada Senin (7/9), Prabowo secara lugas menyatakan, "Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire ya jadi ini membawa kita untuk, kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini, setiap saat." Pernyataan ini disampaikan menyusul rentetan peristiwa alam masif, mulai dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, di samping laporan erupsi lima gunung api lainnya.

Posisi geografis Indonesia yang strategis namun rentan ini, menurut Prabowo, menuntut kesiapan ekstra dari pemerintah. Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintahan yang dipimpinnya untuk meningkatkan alokasi anggaran mitigasi bencana secara signifikan. "Berarti mungkin ini pembelajaran juga bagi kita pemerintahan yang saya pimpin alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," imbuhnya.
Menyikapi kondisi ini, Prabowo memerintahkan seluruh jajarannya untuk senantiasa siap menghadapi segala potensi bencana alam yang mengintai. Selain itu, ia juga meminta agar persiapan anggaran yang besar dialokasikan khusus untuk upaya mitigasi, guna meminimalisir dampak dan kerugian akibat bencana di masa mendatang.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengklaim bahwa respons pemerintahannya terhadap berbagai bencana alam telah menunjukkan kecepatan dan skala yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu, sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat. Keadaan bencana di Sumatera, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat ya," ujarnya, menunjukkan keyakinan akan kapabilitas pemerintahannya dalam penanganan bencana.


