Chapnews – Ekonomi – Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya informasi palsu mengenai rekrutmen "Petugas Sensus Pertanian 2026". Informasi yang menjanjikan gaji menggiurkan hingga Rp8 juta per bulan tersebut dipastikan hoaks dan bukan berasal dari Kementan.
Modus penipuan ini secara terang-terangan mencatut nama besar Kementerian Pertanian serta menggunakan foto Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, untuk meyakinkan calon korban. Pelaku menawarkan posisi petugas sensus pertanian kepada lulusan SMA/sederajat dengan iming-iming gaji fantastis, berkisar antara Rp5 juta hingga Rp8 juta setiap bulannya, dan mengarahkan masyarakat untuk mendaftar melalui tautan daring yang mencurigakan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono, dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Ia memastikan bahwa Kementan tidak pernah membuka rekrutmen dengan skema yang disebutkan dalam pesan palsu yang tersebar luas. "Informasi mengenai rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang beredar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks," ujar Arief di Jakarta, seperti dikutip dari chapnews.id, Rabu (17/6/2026).
Arief lebih lanjut menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan yang kerap kali mengatasnamakan instansi pemerintah. Terutama, masyarakat diminta untuk curiga terhadap tawaran pekerjaan dengan proses pendaftaran yang tidak transparan dan mengarahkan pelamar ke tautan di luar kanal resmi pemerintah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengklik tautan tersebut, tidak memberikan data pribadi yang sensitif, serta tidak turut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," tegas Arief. Ia menambahkan bahwa seluruh informasi resmi dari Kementerian Pertanian hanya akan disampaikan melalui situs web dan akun media sosial resmi Kementan, memastikan keabsahan setiap pengumuman yang dikeluarkan.


