Chapnews – Ekonomi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Eva Stevany Rataba menyatakan keheranannya setelah mengetahui namanya tercatat dalam kategori kesejahteraan Desil 4 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pengakuan ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai akurasi data yang digunakan pemerintah.
Politisi Senayan ini secara tegas mempertanyakan dasar penetapan tersebut. Ia mengaku tidak pernah merasa menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan dari pemerintah, sehingga statusnya di Desil 4 menjadi sangat janggal.

Kabar mengenai statusnya di Desil 4 ini baru mencuat ke permukaan saat Eva mengikuti rapat kerja Komisi X DPR RI yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS). Momen tersebut menjadi pemicu bagi Eva untuk langsung melayangkan pertanyaan kritis kepada lembaga statistik negara itu.
"Saya sendiri merasa heran ketika mengetahui bahwa nama saya tercatat dalam desil 4," ujar Eva, seperti dikutip dari laporan chapnews.id pada Minggu (13/9/2026). Ia melanjutkan, "Karena itu, saat rapat Komisi X DPR RI bersama Badan Pusat Statistik, saya langsung mempertanyakan bagaimana hal tersebut dapat terjadi dan meminta agar sumber serta proses pendataannya diperiksa."
Anggota dewan ini menekankan pentingnya akurasi data dalam DTSEN, terutama karena data tersebut menjadi rujukan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial. Eva berharap BPS dapat melakukan penelusuran mendalam terhadap sumber dan mekanisme pendataan yang menyebabkan namanya masuk dalam kategori tersebut, demi menjaga integritas data dan kepercayaan publik.


