Chapnews – Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunjukkan minat serius terhadap teknologi kendaraan otonom mutakhir dari China. Hal ini terbukti dari kunjungan strategis CEO Danantara, Rosan Roeslani, ke fasilitas produksi EVE Energy di Jingmen, Tiongkok, yang memicu spekulasi mengenai potensi adopsi teknologi mobil tanpa pengemudi ini di Indonesia.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (12/4/2026), Rosan mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mengamati langsung inovasi pada kendaraan yang mengandalkan sensor dan kecerdasan buatan (AI) untuk bernavigasi secara otomatis. Menurutnya, perpaduan antara perangkat lunak canggih, sensor presisi, dan sistem kendali terintegrasi yang dikembangkan di fasilitas tersebut berpotensi menciptakan sistem transportasi yang jauh lebih aman dan efisien.

"Peninjauan fasilitas EVE Energy di Jingmen, Tiongkok ini untuk melihat perkembangan kendaraan berbasis sensor dan kecerdasan buatan yang mampu melakukan navigasi secara otomatis tanpa pengemudi, yaitu teknologi kendaraan autonomous," tulis Rosan, menegaskan fokus Danantara pada mobilitas masa depan.
Ketertarikan Danantara ini bukan tanpa alasan, mengingat Indonesia sendiri telah memulai uji coba terbatas teknologi serupa. Beberapa lokasi seperti BSD City dan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menjadi arena pengujian awal bagi kendaraan otonom. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk membangun ekosistem transportasi masa depan yang lebih cerdas dan terintegrasi di Tanah Air.
Potensi kolaborasi dengan EVE Energy atau perusahaan teknologi China lainnya dalam pengembangan kendaraan otonom bisa menjadi lompatan signifikan bagi sektor transportasi Indonesia. Jika teknologi ini benar-benar diboyong ke Tanah Air, bukan tidak mungkin kita akan segera menyaksikan revolusi dalam cara masyarakat bergerak, menuju era mobilitas yang lebih pintar dan berkelanjutan.
Jurnalis: Tim Redaksi Chapnews.id
Tanggal: Minggu, 12 April 2026 | 19:05 WIB


