Ads - After Header

Terungkap! Jurus Ampuh Mentan Lawan Kemarau, Panen 3x!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah ancaman kemarau panjang. Melalui strategi optimalisasi pompanisasi, Mentan menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) sawah dari dua menjadi tiga kali setahun, sebuah langkah revolusioner yang diterapkan di Karawang, Jawa Barat.

Inisiatif vital ini terungkap saat Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak di Karawang pada Senin (31/8/2026). Amran menjelaskan bahwa terdapat areal persawahan seluas 3.000 hektare di wilayah tersebut yang selama ini hanya mampu ditanami dua kali dalam setahun. Dengan intervensi pompanisasi yang masif, lahan-lahan ini kini dioptimalkan untuk ditanami satu kali lagi, sehingga IP-nya melonjak menjadi tiga kali.

Terungkap! Jurus Ampuh Mentan Lawan Kemarau, Panen 3x!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Saat sidak di Karawang, kami menemukan areal seluas 3.000 hektare yang selama ini hanya ditanami dua kali. Di musim kemarau ini, kami akan mengoptimalkan agar bisa tanam satu kali lagi, sehingga totalnya menjadi tiga kali. Potensi peningkatan produksi dari 3.000 hektare ini diperkirakan mencapai Rp136 miliar. Ini adalah upaya nyata kami untuk meningkatkan indeks pertanaman yang sebelumnya hanya dua kali," jelas Amran, seperti dikutip dari laporan chapnews.id.

Untuk menyukseskan program ambisius ini, Mentan Amran menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur irigasi menjadi prioritas utama. Jaringan irigasi, mulai dari saluran sekunder, primer, hingga tersier, akan direhabilitasi secara kolaboratif antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tak hanya itu, pemasangan pompa air sepanjang 70 kilometer juga menjadi bagian integral dari strategi ini, guna menjamin pasokan air yang memadai bagi lahan pertanian, bahkan di musim kering sekalipun.

Amran menekankan bahwa pompanisasi adalah kunci vital dalam mempertahankan produksi beras, terutama saat menghadapi fenomena El Nino dan kekeringan ekstrem yang kerap melanda. Ia mencontohkan keberhasilan pemerintah pada tahun 2023 dan 2024, di mana produksi beras justru mampu meningkat sebesar 2,8 juta ton, meskipun Indonesia dilanda El Nino yang parah. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, tantangan iklim dapat diatasi demi kedaulatan pangan nasional.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer