Chapnews – Ekonomi – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, baru-baru ini mengukuhkan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara. Kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Istana Merdeka, Jakarta, menghasilkan kesepakatan penting, termasuk peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus periode 2026-2030, yang mencakup berbagai sektor mulai dari ketahanan pangan hingga industri otomotif.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat, Presiden Prabowo menyoroti eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Belarus di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Lukashenko yang merupakan kali kedua ke Indonesia, setelah lebih dari 13 tahun. "Kunjungan ini menandakan semakin erat hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang dengan penuh ketidakpastian," ujar Prabowo, menegaskan posisi Belarus sebagai mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia, dengan hubungan yang terus berkembang atas dasar saling menghormati dan menguntungkan.

Inti dari pertemuan bilateral tersebut adalah peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030. Dokumen ini akan menjadi kerangka kerja komprehensif untuk pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan. "Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret," jelas Prabowo, menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menerjemahkan niat baik menjadi aksi nyata.
Sektor ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama dalam kemitraan ini. Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi dalam bidang ini. Oleh karena itu, kedua negara berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi di berbagai aspek, termasuk pertanian modern, produksi pupuk, penyediaan alat dan teknologi pertanian canggih, hingga alat berat yang esensial guna mendukung pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan dan mandiri.
Selain pangan, kemitraan ekonomi juga akan diperluas melalui pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok global, serta kerja sama di bidang teknologi inovatif. Di ranah perdagangan, Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan apresiasi atas selesainya proses ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU FTA) oleh Belarus, sebuah langkah yang diharapkan akan semakin mendorong volume dan nilai perdagangan antara kedua belah pihak di masa mendatang.


