Chapnews – Ekonomi – Produk investasi Exchange Traded Fund (ETF) kian diminati karena menawarkan diversifikasi portofolio layaknya reksa dana, namun dengan fleksibilitas transaksi seperti saham. ETF, yang merupakan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif, diperdagangkan secara langsung di Bursa Efek. Ini berarti investor dapat membeli atau menjual unit penyertaan ETF secara real-time selama jam perdagangan bursa, menggabungkan keuntungan diversifikasi reksa dana dengan kemudahan transaksi ala saham.
Menurut Luqman El Hakiem, Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas, pemahaman mendalam tentang karakteristik dan potensi risiko setiap instrumen investasi adalah fondasi krusial bagi investor sebelum melangkah mengambil keputusan. Ia menekankan pentingnya membekali diri dengan pengetahuan pasar modal agar investor dapat merumuskan strategi yang bijak, termasuk dalam mengoptimalkan peluang ETF selaras dengan profil risiko dan target finansial mereka.

Meski menawarkan keunggulan, ETF tidak luput dari risiko. Oleh karena itu, mengidentifikasi dan memahami berbagai potensi risiko yang melekat pada instrumen ini menjadi esensial untuk memastikan setiap keputusan investasi diambil secara cerdas dan mendukung pencapaian tujuan finansial. Platform MotionTrade, dari MNC Sekuritas, telah merangkum beberapa kiat penting untuk membantu investor mengelola risiko dalam berinvestasi ETF, di antaranya:
1. Pahami Risiko Pasar (Market Risk)
Nilai ETF secara inheren akan berfluktuasi seiring pergerakan pasar. Saat kondisi pasar lesu, potensi penurunan nilai ETF juga tak terhindarkan. Untuk itu, kunci utamanya adalah memiliki tujuan investasi yang terdefinisi dengan baik, berpegang teguh pada strategi awal, dan menghindari kepanikan di tengah gejolak pasar. Fokus pada tujuan jangka panjang dapat membantu investor melewati periode volatilitas tanpa membuat keputusan impulsif.
2. Perhatikan Likuiditas ETF
Tingkat likuiditas antar-ETF bervariasi. ETF yang memiliki volume transaksi tinggi cenderung lebih mudah diperdagangkan, memungkinkan investor untuk menjual atau membeli pada harga yang mendekati nilai intrinsiknya. Bagi investor pemula, disarankan memilih ETF yang mengacu pada indeks pasar yang sudah mapan, seperti yang berbasis IDX30 atau LQ45. Sebaliknya, hindari ETF dengan likuiditas rendah karena dapat menyulitkan proses penjualan ketika dana dibutuhkan, berpotensi mengakibatkan kerugian atau harga jual yang tidak optimal.


