Ads - After Header

Tragedi Latsarmil Komcad di Halim

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Dunia birokrasi dan pertahanan tanah air tengah berduka setelah sebuah insiden tragis menimpa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Vanreko Varkas Bagaskara, peserta Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad), dilaporkan meninggal dunia saat tengah menjalani pelatihan intensif di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Peristiwa ini memicu perhatian serius, tidak hanya dari pihak keluarga, tetapi juga dari Komisi I DPR RI yang membidangi urusan pertahanan.

Berdasarkan informasi medis yang dihimpun, insiden ini diduga kuat dipicu oleh kondisi heatstroke atau serangan panas akibat paparan cuaca ekstrem dan kelelahan fisik yang luar biasa selama latihan. Kronologi kejadian bermula pada Jumat (25/9) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, Vanreko baru saja menyelesaikan sesi pertama penutupan latihan. Namun, saat bersiap memasuki sesi latihan kedua, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun drastis.

Tragedi Latsarmil Komcad di Halim
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan pusing hebat dan pandangan yang menggelap sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Tim kesehatan dari Pusdikkes yang bersiaga di lokasi segera melakukan tindakan darurat di tempat. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban mengalami hipotensi atau penurunan tekanan darah secara mendadak, disertai kenaikan suhu tubuh yang signifikan.

"Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan melalui kompres dingin, pemberian cairan infus, serta terapi oksigen sebelum akhirnya dirujuk ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa," ujar dr. Iman dalam keterangan resminya.

Setibanya di rumah sakit, tim dokter spesialis langsung melakukan penanganan komprehensif. Vanreko menjalani observasi hemodinamik yang sangat ketat, evaluasi fungsi organ, serta stabilisasi bantuan pernapasan untuk menjaga kondisi vitalnya. Menariknya, pada malam hari setelah penanganan awal, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan positif. Vanreko dilaporkan sempat sadar, memiliki respons refleks spontan, dan tanda-tanda vitalnya sempat stabil.

Namun, harapan untuk pemulihan tersebut harus sirna pada Sabtu (26/9) dini hari. Sekitar pukul 04.30 WIB, kondisi kesehatan Vanreko kembali memburuk secara drastis. Ia mengalami kejang berulang yang menyebabkan penurunan kesadaran secara total. Kondisi ini diidentifikasi sebagai komplikasi sistemik dari heatstroke yang telah menyerang fungsi organ-organ vitalnya.

Melihat kondisi yang semakin kritis, tim medis RSAU segera berkoordinasi dengan pihak RSPAD Gatot Soebroto untuk melakukan rujukan tingkat lanjutan guna mendapatkan perawatan neuro-intensive care. Korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans khusus ICU dengan pendampingan penuh dari tim medis dan personel POM AU. Tragedi ini kini menjadi catatan penting terkait protokol kesehatan dan keamanan bagi peserta latihan fisik berat di bawah cuaca ekstrem.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer