Ads - After Header

Tragedi Tembakan di Makassar

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Aksi tawuran antar kelompok warga yang pecah di kawasan Jalan Kandea III, Kecamatan Tallo, Makassar, berakhir dengan tragedi memilukan. Seorang pemuda berusia 19 tahun dilaporkan tewas setelah diduga terkena luka tembak saat aparat kepolisian berupaya membubarkan massa yang bertikai pada Minggu (27/9) dini hari WITA.

Peristiwa ini sontak memicu perhatian serius dari pihak kepolisian. Polrestabes Makassar kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengusut tuntas apakah tindakan yang diambil oleh personel di lapangan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau justru merupakan bentuk pelanggaran prosedur.

Tragedi Tembakan di Makassar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjalankan penyelidikan secara transparan. Langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan seluruh bukti digital, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami akan mencari rekaman CCTV dan memeriksa saksi-saksi di lapangan. Fokus utama kami adalah memastikan apakah tindakan yang dilakukan oleh anggota di lapangan sudah sesuai dengan SOP atau tidak," ujar Arya saat memberikan keterangan kepada media.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang diketahui bernama Rafli Ramadhani atau yang akrab disapa Pingky, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun, luka tembak yang diderita korban sangat fatal, yakni luka di bagian punggung yang menembus hingga ke bagian depan tubuh. Upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawa pemuda tersebut.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa bentrokan tersebut melibatkan massa dalam jumlah besar, diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang dari dua kelompok yang saling serang. Kondisi di lapangan dilaporkan sangat tidak kondusif. Saat itu, armada kepolisian yang pertama kali tiba di lokasi hanya diperkuat oleh lima personel.

Petugas awalnya telah berupaya melakukan tindakan persuasif dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara guna membubarkan massa. Namun, situasi justru memburuk ketika kelompok yang bertikai melakukan serangan balasan terhadap petugas. Massa dilaporkan melemparkan batu, menggunakan anak panah busur, hingga berlindung di balik tameng yang terbuat dari tripleks.

Pihak kepolisian masih mendalami apakah situasi yang mengancam nyawa petugas tersebut menjadi alasan di balik keluarnya tembakan yang mengenai korban. Arya menekankan bahwa penggunaan senjata api oleh polisi memang diizinkan dalam situasi darurat yang mengancam keselamatan jiwa, namun penggunaannya harus tetap terukur dan mengikuti tahapan hukum yang berlaku.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan yang dapat memperluas konflik, Polrestabes Makassar telah menyiagakan tambahan personel di wilayah Tallo. Selain itu, koordinasi intensif dengan tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan setempat terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer