Chapnews – Nasional – Jakarta – Sebuah insiden tragis mengguncang kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, setelah seorang perempuan berinisial DA (37) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kontrakannya. Korban, yang belakangan diketahui merupakan cucu dari seniman legendaris Betawi, almarhumah Mpok Nori, diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Pelaku utama yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan suami siri korban, berinisial F, seorang warga negara Irak.
Kabar mengenai identitas DA sebagai cucu Mpok Nori telah dikonfirmasi langsung oleh kakak kandungnya, Aji Dwi Cahyadi. "Iya benar (korban cucu Mpok Nori)," ujar Aji saat dikonfirmasi pada Minggu (22/3), seperti yang dilansir oleh chapnews.id. Pihak keluarga korban menuntut keadilan, berharap pelaku diganjar hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Aji secara tegas menyampaikan harapan agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan tanpa pandang bulu.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, membeberkan motif sementara di balik aksi keji ini. Menurut Alfian, korban sempat menyatakan keinginannya untuk mengakhiri hubungan dengan tersangka F. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh F, yang diduga menjadi pemicu utama insiden berdarah ini. "Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau," jelas Alfian.
F kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP terkait tindak pidana pembunuhan. Peristiwa nahas ini diperkirakan terjadi pada Kamis malam, namun baru terungkap pada Sabtu pagi.
Penemuan jasad DA bermula pada Sabtu (21/3) sekitar pukul 04.30 WIB. Ibu korban sempat mendatangi rumah kontrakan di Jalan Daman I, Bambu Apus, sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, ia mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Kakak korban kemudian berinisiatif membuka paksa pintu dan menemukan DA sudah dalam kondisi tak bernyawa tergeletak di lantai.
Tim kepolisian segera tiba di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka sayatan yang cukup parah di bagian leher korban. Kondisi darah di lokasi yang sudah mengering mengindikasikan bahwa kejadian tragis ini telah berlangsung beberapa waktu sebelum akhirnya ditemukan. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengungkap seluruh fakta di baliknya.


