Chapnews – Nasional – Pendakwah kondang, Khalid Basalamah, baru-baru ini memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi kuota haji. Usai menjalani pemeriksaan, Khalid memberikan klarifikasi melalui video di kanal Youtube resminya. Dalam video berjudul ‘Talkshow Tanya Ustaz: Bagaimana Menyikapi Pemberitaan Ustaz Khalid Basalamah Dipanggil KPK?’, ia menegaskan kehadirannya sebagai bentuk kepatuhan terhadap pemerintah. "Saya datang sebagai bentuk ketaatan kepada pemerintah. Ini kewajiban saya," ujarnya.
Khalid menjelaskan bahwa ia telah memberikan seluruh informasi yang diminta KPK. Namun, ia membantah keras keterlibatannya dalam dugaan korupsi kuota haji. Ia menekankan perannya hanya sebatas pengelola travel umrah dan haji, memberikan informasi yang dibutuhkan KPK seputar operasionalnya. "Apa yang mereka butuhkan, kami sampaikan. Tidak ada hubungannya antara saya dengan korupsi itu. Jauh sekali. Saya bukan pejabat Kementerian Agama," tegasnya. Ia menambahkan, kehadirannya di KPK merupakan wujud ketaatan pada pemerintah, sesuai prinsip Ahlussunah wal Jamaah yang ia anut, merujuk pada Surah An-Nisa ayat 59.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan apresiasinya atas kooperatifnya Khalid dalam memberikan keterangan pada Senin (23/6). "Yang bersangkutan bersikap kooperatif, menyampaikan informasi yang dibutuhkan tim," ungkap Budi. Selain Khalid, KPK juga telah memeriksa sejumlah pihak lain, termasuk dari internal Kementerian Agama, namun identitasnya masih dirahasiakan. Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji masih terus berlanjut.


