Chapnews – Nasional – Bandung, chapnews.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik menyusul insiden viral yang melibatkan tiga anggotanya. Peristiwa tersebut, yang terekam dalam sebuah video, menunjukkan sebuah mobil Toyota Alphard menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dan berujung pada cekcok dengan seorang petugas keamanan.
Insiden yang memicu kemarahan warganet ini terjadi di depan Hotel Pullman. Video yang beredar luas di media sosial, termasuk akun Instagram @jakpus24jam.id, memperlihatkan momen menegangkan ketika sejumlah pejalan kaki sedang menyeberang di pelican crossing. Saat lampu lalu lintas menunjukkan sinyal merah bagi kendaraan, sebuah mobil Toyota Alphard berwarna hitam justru nekat melaju, menerobos jalur penyeberangan.

Seorang petugas keamanan bernama Fictor, yang turut menyeberang, sigap menegur pengemudi Alphard tersebut. Namun, teguran itu justru memicu perdebatan sengit. Diduga, pengemudi tidak terima dan terjadilah adu mulut yang berujung pada tindakan satpam menggebrak kaca mobil, memancing reaksi lebih keras dari pihak pengemudi.
Menanggapi kegaduhan ini, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. "Kami menyampaikan permohonan maaf kepada saudara Fictor, seorang satpam di kawasan Bundaran HI, atas tindakan tidak pantas dan arogan yang dilakukan oleh tiga anggota Polda Jawa Barat," ujar Hendra, Sabtu (25/7).
Ketiga anggota yang terlibat dalam insiden ini adalah Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW. Meskipun kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan melalui mediasi di Pospol Thamrin, proses hukum internal terhadap ketiga oknum polisi tersebut tetap berlanjut. Hendra menegaskan, "Hasilnya, ditemukan cukup bukti adanya dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022. Proses selanjutnya akan dilaksanakan melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri."
Polda Jawa Barat berkomitmen penuh untuk bertindak tegas, profesional, dan transparan dalam menyikapi setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya. Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat atas kritik dan masukan yang diberikan, sebagai bagian dari upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran kepolisian agar senantiasa menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam bertugas.

