Chapnews – Ekonomi – Operator SPBU Vivo, PT Vivo Energy Indonesia, mengambil langkah tak terduga dengan membeli 40 ribu barel Bahan Bakar Minyak (BBM) dari PT Pertamina (Persero) di tengah isu kelangkaan. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi potensi kekurangan pasokan BBM di SPBU mereka.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pengiriman BBM pesanan Vivo ini akan tiba secara bertahap di pelabuhan. "Sudah ada badan usaha swasta yang komit untuk mengambil sebanyak 40 ribu barel dari kargo Pertamina Patra Niaga. Insyaallah besok tiba di pelabuhan," jelasnya dalam RDP bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (1/10/2025).

Menurut Laode, pembelian ini dibagi menjadi dua tahap pengiriman. Tahap pertama sudah tiba sejak 24 September, sementara tahap kedua dijadwalkan tiba pada 2 Oktober. Pemerintah terus memfasilitasi negosiasi dengan badan usaha lain untuk memastikan kebutuhan BBM hingga akhir tahun terpenuhi.
Data dari Ditjen Migas menunjukkan bahwa realisasi impor BBM oleh badan usaha swasta, termasuk Vivo, sudah hampir 100% sepanjang tahun 2025. PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) merealisasikan impor bensin RON 92 sebesar 96.386 KL (99,26%) dan RON 95 sebesar 11.718 KL (98,78%). Sementara itu, Vivo mencatatkan realisasi impor hampir penuh untuk bensin RON 90 (18.632 KL atau 99,95%), RON 92 (60.540 KL atau 99,48%), dan RON 95 (7.240 KL atau 99,15%). Langkah Vivo membeli BBM dari Pertamina ini menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan BBM nasional.


