Ads - After Header

Waspada! Bakung Menguat, Gelombang Tinggi Menerjang!

Ahmad Dewatara

Waspada! Bakung Menguat, Gelombang Tinggi Menerjang!

Chapnews – Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait pembentukan Siklon Tropis Bakung di Samudra Hindia barat daya Lampung. Meskipun pergerakannya menjauhi daratan Indonesia, siklon ini diprediksi akan memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga gelombang tinggi di beberapa daerah dalam satu hingga dua hari ke depan. Ancaman serupa juga datang dari Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di selatan Bali-Nusa Tenggara.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Bibit Siklon 91S yang sebelumnya terpantau di Samudra Hindia, telah resmi meningkat statusnya menjadi Siklon Tropis Bakung sejak Jumat (12/12) pukul 19.00 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan, Bakung saat ini memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (sekitar 65 km/jam) dengan tekanan di sekitar sistem mencapai 1000 hPa, dan bergerak ke arah barat daya, semakin menjauh dari wilayah Indonesia.

Waspada! Bakung Menguat, Gelombang Tinggi Menerjang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Meskipun pergerakannya menjauh dari wilayah Indonesia, Siklon Tropis Bakung tetap berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang tinggi dalam satu hingga dua hari ke depan," ujar Faisal dalam konferensi pers yang diselenggarakan chapnews.id.

Faisal menambahkan, dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Bakung diperkirakan akan meningkat signifikan, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot (sekitar 100 km/jam). Peningkatan ini akan menjadikannya siklon kategori dua dengan tekanan sekitar 988 hPa, dan pergerakannya terus ke arah barat daya. Dampak tidak langsung yang diwaspadai meliputi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten. Angin kencang juga berpotensi melanda Bengkulu. Sementara itu, gelombang tinggi antara 1.25 hingga 2.5 meter diantisipasi terjadi di Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, serta perairan Selat Sunda bagian selatan.

Selain Bakung, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, juga meminta kewaspadaan terhadap Bibit Siklon Tropis 93S. Sistem ini terpantau di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Bali-Nusa Tenggara pada koordinat sekitar 12.0°LS 115.8°BT. Meskipun diprediksi bergerak perlahan ke arah barat daya dan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan, 93S tetap berpotensi memicu cuaca ekstrem.

"Secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan," kata Guswanto. Wilayah yang perlu mewaspadai dampak dari 93S adalah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat untuk potensi hujan sedang hingga lebat. Selain itu, angin kencang dan gelombang tinggi juga diwaspadai di pesisir selatan Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Menyikapi potensi dampak dari kedua sistem siklon ini, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gangguan aktivitas harian harus diantisipasi, terutama di lokasi yang rawan bencana. "Bagi masyarakat pesisir dan mereka yang beraktivitas di laut, diimbau untuk sangat mewaspadai ancaman gelombang tinggi di beberapa perairan dan segera menyesuaikan kegiatan operasional mereka demi keselamatan," tegas Andri. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG guna mitigasi risiko cuaca ekstrem.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer